Jaringan Televisi Prancis Diretas IS

Wendy Mehari Utami
09/4/2015 00:00
Jaringan Televisi Prancis Diretas IS
(AP/Christophe Ena)
KELOMPOK yang mengklaim sebagai pendukung kelompok ekstremis Islamic State meretas 11 saluran televisi Prancis milik TV5 Monde, termasuk laman resmi dan akun-akun media sosial saluran televisi tersebut.

Menurut Direktur saluran televisi Yves Bigot, serangan retas itu dimulai pada Rabu (8/4) sekitar pukul 22.00 waktu setempat dan berlanjut hingga Kamis (9/4) pagi. Kepada Radio RTL, Bigot menyatakan jaringan saluran televisi kini telah kembali mendapatkan sinyal tapi baru bisa menyiarkan program-program yang sudah direkam.

Bigot mengaku terkejut saat dia melihat layar berubah menjadi hitam pada seluruh siaran jaringan televisi. Dia lantas mengetahui jaringan televisi diretas saat memeriksa laman-laman dan akun-akun media sosial milik saluran-saluran televisi. "Ini ancaman besar," kata dia.

Pada laman TV5 Monde, pada Rabu (8/4), sempat tertera pesan yang berbunyi 'I am IS', dilengkapi dengan banner yang bertuliskan bahwa kelompok peretas itu menamakan diri sebagai Cybercaliphate atau Kalifat Siber. Lalu pada Kamis (9/4), pesan itu digantikan dengan pesan lain yang menyatakan bahwa laman sedang dalam perbaikan.

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyebut serangan siber itu sebagai penghinaan atas kebebasan informasi dan berekspresi yang tidak bisa diterima. Valls juga menyatakan dukungannya pada seluruh staf editorial saluran-saluran televisi. (AP)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya