Najib Tegaskan UMNO tidak Terkait 1MDB

Denny Parsaulian
30/6/2018 17:10
Najib Tegaskan UMNO tidak Terkait 1MDB
(AFP/MOHD RASFAN)

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Najib Rajak mempertanyakan pembekuan akun UMNO dalam penyelidikan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dia mengatakan, jika individu ditemukan terlibat, satuan tugas 1MDB seharusnya membekukan akun mereka, bukan UMNO.

"UMNO tidak bersalah. Jika seseorang bersalah, ambil tindakan terhadap mereka. Jangan lakukan itu ke partai," tegasnya. "UMNO harus berfungsi. Kami punya tanggung jawab dan tugas. Kami harus menjalankan divisi kami," kata Najib pada pembukaan Pekan Umno pada Sabtu (30/6).

Satuan tugas mengonfirmasi pada Jumat (29/6) kemarin bahwa pihaknya telah membekukan beberapa rekening individu dan organisasi, termasuk UMNO dan partai politik lainnya.

Satgas meyakini individu dan organisasi yang rekeningnya dibekukan terlibat penyalahgunaan dana 1MDB.

Seperti dilaporkan bahwa Komisi Anti-Korupsi Malaysia telah membekukan sekitar 900 akun yang dilacak terkait 1MDB. Akun utama UMNO adalah salah satu dari yang dibekukan.

Pada kesempatan itu, mantan presiden UMNO ini juga mengakui dia pantas disalahkan atas kegagalan partai memenangi Pemilihan Umum ke-14.

Najib mengatakan dia mengambil tanggung jawab atas kegagalan partai dan mengundurkan diri sebagai presiden UMNO meskipun ada kekurangan di setiap tingkat partai.

"Sudah waktunya untuk berubah. Kita harus memilih pemimpin terbaik untuk partai sekarang dan bukan karena manfaat," katanya, menambahkan ini mungkin ujian dari Allah agar UMNO mengubah cara kerjanya.

Najib mengatakan politik uang tidak boleh dipraktekkan lagi jika partai ingin berubah.

"Kami tahu bahwa masa kejayaan kami sudah berakhir. Kami kalah dalam pemilihan umum meskipun kami menghabiskan begitu banyak," ujarnya.

"Ada yang merajuk ketika mereka tidak mendapat alokasi. Ada yang mendapat uang tapi bilang tidak. Lalu ada calon yang mendapat alokasi tapi tidak membelanjakannya," tambanya lagi.

"Bagaimana kita bisa menang ketika sikap kita seperti itu?" tanyanya. (Channelnewsasia/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya