Mongolia Umumkan Keadaan Darurat Penyakit Kaki dan Mulut

Antara
29/6/2018 22:00
Mongolia Umumkan Keadaan Darurat Penyakit Kaki dan Mulut
(AFP)

LEMBAGA Penanganan Keadaan Darurat Nasional Mongolia (NEMA) pada Jumat mengatakan keadaan darurat telah diumumkan di Provinsi Arkhangai di bagian barat-tengah negeri itu guna mengendalikan penyebaran penyakit kaki-dan-mulut (FMD).

Hingga Jumat (29/6), telah terjadi wabah FMD di enam soum (sub-bagian administrasi) di provinsi tersebut.

Wakil Menteri Pertanian dan Industri Ringan Mongolia, Saule Janimkhan, telah memerintahkan pejabat terkait untuk melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan guna menghentikan penyebaran penyakit itu.

Tahun lalu, Mongolia mengeksport 29.300 ton daging ke berbagai negara seperti China, Rusia, Kazakhstan, Iran, dan Qatar. Negara tersebut bermaksud menaikkan ekspor daging jadi 10 kali lipat dalam beberapa tahun ke depan, dalam upaya meragamkan ekonomi --yang sangat bergantung atas pertambangan.

Namun, seringnya wabah penyakit menyerang hewan ternak seperti FMD menghambat ekspor daging Mongolia, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Para pejabat karantina Mongolia telah menyembelih ribuan hewan pada musim dingin lalu di negeri itu guna mengendalikan penyebaran FMD.
FMD merupakan penyakit sangat menular dan kadang kala mematikan yang mempengaruhi hewan kuku-terbelah, seperti kambing, domba, lembu, dan babi.

Gejala utama hewan yang sakit ialah peningkatan temperatur tubuh, melepuh, dan koreng pada selaput lendir dan mulut. Penyakit tersebut bukan ancaman langsung buat manusia, tapi gangguan perdagangan dan langkah untuk menanggulanginya bisa mahal. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya