Trump dan Putin Sepakat Bertemu 16 Juli 2018 di Helsinki

(AFP/Yan/I-2)
30/6/2018 00:20
Trump dan Putin Sepakat Bertemu 16 Juli 2018 di Helsinki
(AFP PHOTO / SAUL LOEB)

PRESIDEN AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan akan bertemu pada 16 Juli mendatang di Helsinki, Finlandia. Pertemuan itu bakal menjadi titik balik bersejarah dalam hubungan internasional.

"Kedua pemimpin akan membahas hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia, serta berbagai masalah keamanan nasional," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Pertemuan 16 Juli 2018 antara dua pemimpin akan diikuti pertemuan puncak NATO di Brussels (11-12 Juli 2018). Trump telah lama meminta dijalinnya hubungan yang lebih hangat dengan Moskow. Tetapi, pembicaraan kali ini dilakukan saat hubu-ngan Rusia dengan Barat merosot sejak Perang Dingin.

Pertemuan itu akan memancing kritik untuk Trump di AS. Apalagi para penyelidik sedang menyelidiki kemungkinan kolusi antara tim kampanye kepresidenannya dan Moskow.

"Pada dialog bulan depan di Finlandia, kedua pemimpin akan membahas keadaan saat ini dan prospek pengembangan hubungan Rusia-AS," kata Kremlin.

Menurut Gedung Putih, para presiden juga akan membicarakan berbagai masalah keamanan nasional. Trump mengharapkan diskusi meluas.

"Saya pikir kita akan berbicara tentang Suriah. Saya pikir kita akan berbicara tentang Ukraina. Kita akan melihat apa yang terjadi. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada pertemuan itu, benar kan?" kata Presiden Trump.

Pengumuman itu muncul setelah penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, bertemu Putin di Moskow pada Rabu (27/6). Saat itu ia diberi sambutan hangat sebelum keduanya membahas rincian KTT Juli.

"Kunjungan Anda ke Moskow memberi kami harapan bahwa kami setidaknya bisa mengambil langkah pertama untuk menghidupkan kembali hubungan penuh antara negara kami," kata Putin kepada Bolton di Kremlin.

Presiden Finlandia Sauli Niinisto menyambut baik dialog yang direncanakan. "Mereka pasti akan membahas situasi internasional secara keseluruhan dan semoga juga masalah pengawasan senjata dan perlucutan senjata," katanya.

Trump berusaha meningkatkan hubungan dengan Rusia di tengah ketegangan Moskow dan Barat.

Trump pernah mengatakan Rusia harus dimasukkan kembali ke kelompok negara-negara industri G7 yang dibekukan setelah Rusia mencaplok Krimea.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya