Tiongkok Tegaskan Teritori Pasifik

Denny Parsaulian Sinaga
28/6/2018 23:00
Tiongkok Tegaskan Teritori Pasifik
(AFP)

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping mengatakan, Tiongkok tidak akan membiarkan tanah miliknya hilang, meski hanya satu inci. Hal tersebut ia sampaikan ketika bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis di Aula Besar Rakyat di Beijing pada Rabu (27/6).

"Sikap kami teguh dan jelas ketika menyangkut kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok," kata Xi dikutip laman South China Morning Post.

Tiongkok mengklaim sebagian besar wilayah perairan strategis itu sebagai teritorialnya. Sementara AS memandang klaim tersebut sebagai upaya Tiongkok untuk mengendalikan rute perdagangan tersibuk di dunia. Buntutnya, Angkatan Laut AS telah melakukan operasi navigasi untuk menantang Tiongkok.

Pertemuan antara Mattis dan Xi terjadi ketika AS tengah melayangkan kritik tajam terhadap Tiongkok terkait pembangunan pulau-pulau reklamasi untuk keperluan militer di Laut Cina Selatan.

Xi tetap berharap militer Tiong-kok dan AS dapat meningkatkan komunikasi dan saling percaya, memperdalam kerja sama dan mengelola risiko, serta membuat hubungan antarmiliter menjadi stabilisator dalam hubungan bilateral.

"Memperkuat pertukaran antarmiliter di semua tingkat akan membantu menurunkan skeptisisme dan mencegah kesa-lahpahaman, salah menilai atau insiden," ujar Xi.

Xi mengatakan meskipun ada ketidaksepakatan di Pasifik atas Laut China Selatan, telah lama diketahui bahwa para ahli urusan militer tidak ingin menggunakan cara militer untuk menyelesaikan masalah.

Tiongkok menyambut keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan latihan militer bersama AS-Korea Selatan berskala besar setelah pertemuan bersejarahnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Langkah Pentagon yang lain di wilayah itu telah memicu reaksi keras dari Beijing.

Pentagon bulan lalu melarang Tiongkok berpartisipasi dalam latihan militer multinasional tahunan, yang dikenal sebagai RimPac, yang secara resmi dimulai minggu ini.

Titik pertentangan lain melibatkan Taiwan, sebuah pulau yang dikelola sendiri di lepas pantai tenggara Tiongkok. Pulau ini dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump membuat marah Beijing dengan memberi wewenang produsen AS untuk menjual teknologi kapal selam ke Taiwan, serta memberlakukan Taiwan Travel Act untuk mendo-rong kunjungan resmi, termasuk perwira militer senior, antara AS dan pulau itu.

 

Menyelesaikan masalah

Juru bicara Departemen Luar Negeri Tiongkok Lu Kang mengatakan wajar Tiongkok dan AS memiliki perbedaan dalam waktu dan aspek yang berbeda sebagai dua negara besar.

"Bagian utamanya ialah menyelesaikan masalah antara AS dan Tiongkok dengan saling menghormati. Kami selalu percaya bahwa hubungan bilateral dapat menguntungkan kedua negara dan kedua bangsa," tambahnya.

Setelah mengunjungi Beijing, Mattis akan bertolak ke ibu kota Korea Selatan, Seoul. Di Seoul, Mattis akan bertemu Menteri Pertahanan Korea Selatan, Song Young-moo.

Mattis mengatakan keduanya akan berdiskusi dengan fokus pada masa depan dengan topik utama denuklirisasi Korea Utara dan kerja sama lainnya antara militer AS dan Korea Selatan.

Hal ini menyusul penangguhan latihan militer oleh AS setelah KTT di Singapura.  (CNN/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya