Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK berwenang dalam kontrol perbatasan Amerika Serikat (AS) mengatakan orangtua migran yang menyeberang dari Meksiko secara ilegal untuk sekarang tidak lagi dirujuk untuk dituntut, menurut laporan media AS. Hal itu berarti kebijakan 'toleransi nol' atau tanpa toleransi secara efektif ditangguhkan.
Kendati demikian, Komisaris Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS Kevin McAleenan, yang membuat pengumuman itu pada Senin (25/6) mengatakan kebijakan itu tetap berlaku.
McAleenan mengatakan, dia berhenti merujuk orangtua untuk penuntutan sesaat setelah Presiden AS, Donald Trump, pekan lalu menandatangani perintah eksekutif yang mengakhiri kebijakan memisahkan keluarga yang memasuki negara itu secara ilegal.
Kebijakan memisahkan anak-anak dari orangtua mereka, termasuk anak balita dan bahkan bayi, membuat AS dicemooh dan seluruh dunia memaksa Trump untuk menariknya.
McAleenan mengatakan alasan untuk menunda penuntutan orangtua sebenarnya ialah perintah Trump dan pihaknya tidak memiliki ruang tahanan untuk semua keluarga yang datang melintasi perbatasan. "Kami tidak menuntut orangtua itu," kata McAleenan, menurut Politico.
Menurut New York Times, pejabat itu mengatakan agensinya dan Departemen Kehakiman harus menyetujui kebijakan untuk menuntut mereka yang membawa anak-anak melintasi perbatasan yang mana itu melanggar hukum dan mempertaruhkan hidup mereka di perbatasan tanpa dipisahkan dari anak-anak mereka.
"Pihak pengontrol perbatasan juga akan memisahkan anak-anak dari orang dewasa jika anak itu dalam bahaya atau jika orang dewasa memiliki catatan kriminal," lanjut McAleenan.
Kepala kontrol perbatasan juga mengatakan dia sedang mengerjakan rencana untuk melanjutkan tuntutan terhadap orangtua yang menyeberang dengan anak-anak.
Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders menegaskan kebijakan toleransi nol tetap berlaku secara resmi. Dia mengatakan intinya ialah pemerintah tidak memiliki sarana untuk menahan semua keluarga yang melintasi perbatasan. "Kami tidak mengubah kebijakan. Kami hanya kehabisan sumber daya," tuturnya.
522 Anak
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan sebanyak 522 anak keluarga imigran di Amerika Serikat yang dipisahkan dari keluarganya akan disatukan kembali dalam 24 jam ke depan.
Akan tetapi, tidak semua anak akan dikembalikan karena berbagai alasan yang tidak terkait dengan kebijakan tersebut termasuk jika hubungan kekeluargaan tidak dapat dikonfirmasi.
Departemen Kesehatan dan Jasa Kemanusiaan (HHS) menampung 2.053 anak yang terpisah dari keluarganya di fasilitas-fasilitas yang didanai HHS bekerja sama dengan mitra-mitra lembaga terkait untuk mendorong komunikasi dan tugas ke arah penyatuan kembali anak dan keluarganya.
Tercatat 17% anak di fasilitas-fasilitas penampungan sebagai dampak kebijakan tersebut dan 83% tiba di AS tanpa orangtua atau walinya.
Sementara itu, pemerintah Guatemala meminta AS tidak mendeportasi imigran asal negaranya yang menjadi korban letusan gunung berapi Fuego.
Presiden Guatemala Jimmy Morales telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri mengajukan petisi kepada Pemerintah AS agar memberikan status perlindungan sementara bagi para imigran.
"Permintaan ini ialah respons terhadap bencana yang disebabkan gunung berapi Fuego," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guatemala, Marta Larra. (AFP/Ant/Ire/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved