Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RECEP Tayyip Erdogan dinyatakan sebagai pemenang Pemilihan Umum Turki dengan meraih lebih dari 50% suara berdasarkan hitung cepat beberapa media. Erdogan dipastikan kembali menjadi Presiden Turki.
Kemenangan Erdogan yang diusung AKP atau Partai Keadilan dan Pembangunan ini juga membuat Erdogan menjadi Presiden pertama Turki di bawah sistem konstitusi yang baru, yakni sistem presidensial.
Menurut dosen Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia, Muhamad Syauqilah, angka 50% yang diraih Erdogan sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan perolehan suara Erdogan pada Pemilu Presiden 2014, dengan perolehan suara 53%.
"Yang agaknya unik, perolehan Erdogan yang stagnan, tidak diikuti oleh AKP, di mana AKP mengalami defisit suara yang cukup tajam, sekitar 42%, terkoreksi 7%, pada 2015 AKP mencatatkan suara 49%," kata Syauqilah di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Senin (25/6).
Yang tak kalah menarik, menurut pengamatan dia, ialah suara rival terkuat Erdogan, Muharrem Ince yang diusung Partai Rakyat Republik (CHP) sebesar 30%, padahal CHP sendiri berada di angka 22% suara. Ince diprediksi akan menggantikan Kemal Kilicdaroglu sebagai Ketua Umum CHP.
Menurutnya, perolehan suara Erdogan dan Ince, sebagaimana juga terjadi di negara lain, tidak linier antara kandidat capres dengan partai pengusungnya.
"Kemenangan satu putaran mengokohkan Erdogan sebagai tokoh sentral dalam politik di Turki. Hampir dua dekade, berkuasa dan tidak banyak koreksi elektoral atas kebijakannya selama berkuasa," tegas dia.
Syauqilah yang juga analis politik Timur Tengah ini mengatakan bahwa situasi ekonomi internal Turki yang mengalami inflasi 11,97%, kemudian situasi pasca percobaan kudeta 16 Juli, masalah keamanan dalam negeri dan konflik Suriah serta kondisi geopolitik Timur Tengah, tidak banyak berpengaruh untuk mengoreksi keterpilihan Erdogan.
Pada titik itulah, dia memberikan empat tantangan yang cukup berat menanti Erdogan. Pertama, memperbaiki ekonomi dengan menekan angka inflasi yang sejak 2015 hingga 2017 terus menanjak naik.
Kedua, percepatan akselerasi kebijakan dengan sistem presidensial dari parlementer dalam birokrasi pemerintahan ke depan menjadi tantangan tersendiri.
Ketiga, masalah terorisme dan konflik dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), stabilitas keamanan dan partisipasi dalam kerangka damai konflik Suriah perlu mendapat perhatian.
Keempat, bagaimana implementasi sistem presidensial dalam kerangka koalisi dengan Partai Rakyat Nasionalis (MHP).
"Saya berharap di bawah kepemimpinan Erdogan untuk periode kedua ini, empat persoalan krusial Turki ada solusi terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Turki," pungkasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved