Anak-Anak Menjerit untuk Ibu Mereka

Denny Parsaulian Sinaga/AFP/I-2
22/6/2018 05:45
Anak-Anak Menjerit untuk Ibu Mereka
(AFP/GETTY IMAGES/JOE RAEDLE)

JERITAN memanggil ‘Madre... Madre!’, terdengar silih berganti. Jeritan itu berasal dari sebuah fasilitas imigrasi di perbatasan AS-Meksiko di Texas yang dihuni sekitar 20-30 anak berusia kurang dari 10 tahun.

Mereka menangis dan menjerit sambil berusaha menggapai-gapai ibu mereka yang berada di tempat terpisah sejauh 15 meter. Ibu mereka dekat tetapi tidak cukup dekat untuk menghibur anak-anak mereka.

Beberapa ibu dapat melihat anak-anak mereka tetapi tidak dapat mendekati mereka. Beberapa dari mereka tidak dapat melihat mereka. “Anak-anak itu mencapai tangan mereka melalui pagar rantai, menangis, dan berusaha menjangkau ibu mereka,” kata dokter anak Marsha Griffin yang mengunjungi sebuah fasilitas di Texas. “Mengerikan,” tambahnya.

Griffin telah memantau kondisi di perbatasan Texas dengan Meksiko selama satu dekade. Dia menggambarkan horornya pada apa yang ia temukan. Pemisahan keluarga bukanlah hal baru, melainkan di masa lalu telah diserahkan kepada kebijaksanaan agen patroli perbatasan.

Kemudian, pemerintahan Presiden Donald Trump memulai kebijakan tanpa toleransi baru pada April. Sejak saat itu jumlah pemisahan telah meningkat. Sejak 19 April, lebih dari 2.300 anak telah dipisahkan dari orangtua mereka. Ini menurut angka resmi.

Imigran yang memasuki Amerika Serikat secara ilegal di seberang perbatasan Meksiko, serta mereka yang mencari suaka, dikirim ke pusat pemrosesan patroli perbatasan.
Di sana mereka dipisahkan oleh usia dan jenis kelamin --dengan saudara kandung muda berpisah-- dan dimasukkan ke kandang-kandang hingga 72 jam (3 hari) sampai kasus mereka diselesaikan atau anak-anak dikirim ke tempat penampungan yang dikelola Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia.

Baru-baru ini pihak berwenang telah membangun sebuah kamp untuk anak-anak tanpa pendamping di gurun Chihuahua yang gersang dekat Tornillo, Texas.  Atas pemisahan ini, Dewan Perwakilan AS berencana melakukan voting pada Kamis untuk RUU yang akan menjaga keluarga bersama ketika mereka sedang diproses pengadilan.
“Memisahkan anak-anak dari orangtua mereka bertentangan dengan semua yang kami perjuangkan sebagai dokter anak,” kata Presiden Akademi Pediatri Amerika (AAP), Colleen Kraft.

Dokter anak menyerukan pusat-pusat ini untuk mempekerjakan spesialis untuk menghibur anak-anak dan menjelaskan apa yang terjadi.  “Ketika kami mengatakan itu kepada para agen, mereka marah,” jelas Griffin. “Saya pikir sebagai sebuah negara, tentu kita menganggap semua anak berharga.” (Denny Parsaulian Sinaga/AFP/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya