Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan diakhirinya pemisahan anak-anak migran dari orangtua mereka di perbatasan AS-Meksiko, Rabu (20/6). Trump membalikkan kebijakan keras itu karena tekanan berat dari rekan-rekannya di Partai Republik, Demokrat, dan masyarakat internasional.
Putusan spektakuler itu muncul setelah lebih dari 2.300 anak-anak dipisahkan dari orangtua dan kerabat dewasa mereka setelah secara ilegal melintasi perbatasan sejak 5 Mei. Mereka ditempatkan di tenda-tenda dan fasilitas lain tanpa ada cara untuk menghubungi kerabat mereka.
Gambar dan laporan tentang pemisahan itu memicu kemarahan dan pemberontakan di antara Partai Republik serta tuduhan internasional bahwa AS telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
“Apa yang kami lakukan hari ini bertujuan menjaga keluarga bersama,” kata Trump ketika dia menandatangani perintah eksekutif itu. “Aku tidak suka pemandangan atau perasaan keluarga terpisah.”
Trump mengatakan bahkan dengan perubahan, penegakan perbatasan akan sama sulitnya jika tidak lebih keras. Selama berminggu-minggu, Trump berkeras dia terikat oleh hukum untuk memisahkan anak-anak dari orangtua mereka dan hanya kongres yang bisa menyelesaikan masalah sebelum dia secara radikal mengubah kebijakan.
“Kami ingin keamanan bagi negara kami,” kata Trump. “Dan kita akan memilikinya. Pada saat yang bersamaan, kita memiliki belas kasihan. Kita ingin menjaga keluarga tetap bersama.”
Perintah itu mengatakan, Departemen Keamanan Dalam Negeri yang bukan Departemen Keadilan dan Kesehatan dan Layanan Manusia, seperti di bawah kebijakan sebelumnya, akan terus bertanggung jawab untuk keluarga.
Hal ini juga menunjukkan pemerintah bermaksud menahan keluarga tanpa batas dengan menentang undang-undang yang ada, Flores Settlement 1997, yang menetapkan batas 20 hari tentang berapa lama anak-anak sendirian atau bersama orangtua mereka dapat ditahan.
Namun, perintah itu menginstruksikan pejabat pemerintah melanjutkan penerapan kebijakan zero tolerance untuk setiap imigran yang melintasi perbatasan secara ilegal. “Kami masih harus menjaga ketangguhan atau negara kami akan dikuasai orang-orang, dengan kejahatan, dengan semua hal yang tidak kami perjuangkan dan kami tidak inginkan,” katanya.
Tetap waspada
Pemerintah Meksiko dan negara Amerika Tengah menyambut baik keputusan Trump untuk mengakhiri kebijakan pemisahan anak-anak imigran dengan orangtua. Namun, mereka menyatakan akan tetap waspada guna memastikan hak-hak warga negara mereka dihormati.
Kebijakan pemisahan anak-anak imigran dari orangtua ini menuai kecaman dunia, tak terkecuali dari Paus Fransiskus. Paus mengaku mendukung pernyataan dari keuskupan Katolik AS yang menyebut pemisahan anak dari orangtua merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Katolik dan tidak bermoral. Ia mengecam kebijakan Trump dalam menangani imigran di perbatasan AS-Meksiko.
Trump awalnya berkukuh mempertahankan kebijakan imigrasi tersebut. Ia menilai penerapan kebijakan itu penting guna menghalau arus imigran ilegal di perbatasan AS-Meksiko. Ia sempat menyalahkan Partai Demokrat atas pemisahan keluarga yang terjadi. “Demokrat merupakan sumber masalah. Mereka tidak peduli dengan angka kriminalitas dan menginginkan lebih banyak pendatang ilegal,” ujar Trump. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved