Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL kembali mengerahkan armada jet tempur untuk menghantam 25 sasaran di Jalur Gaza, Palestina, Rabu (20/6). Menurut militer Israel, serangan itu sebagai balasan atas rentetan tembakan roket dari wilayah Palestina.
Sebelumnya, menurut pihak militer, sekitar 45 roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel. Tujuh di antaranya dapat dicegat sistem pertahanan rudal Israel, Iron Dome.
"Sebagai balasan, pesawat-pesawat kami melakukan tiga serangan terhadap fasilitas militer milik gerakan Islam Hamas," kata pihak militer.
Konflik baru antara Israel dan Hamas muncul setelah aksi protes warga Palestina di sepanjang perbatasan Israel-Palestina berlanjut menjadi bentrokan berdarah pada 30 Maret 2018.
Penyebab aksi demonstrasi itu ialah keinginan warga Palestina yang menuntut hak untuk kembali ke rumah keluarga mereka yang sekarang dikuasai Israel.
Mereka terusir dari kampung halaman saat perang berkecamuk pada 1948. Sejak aksi protes terbaru itu meletus, sudah 132 warga Palestina tewas. Sebaliknya, di pihak Israel, tidak ada korban jiwa.
Seperti diketahui, Jalur Gaza sepenuhnya dikendalikan Hamas yang merupakan musuh bebuyutan Israel. "Organisasi teror Hamas menargetkan warga sipil Israel sepanjang malam dengan serangan roket dan menyeret Jalur Gaza dan warga sipil di sana menuruni jalan yang buruk," kata tentara Israel.
Dalam menanggapi konflik baru Israel-Palestina, Sekjen PBB Antonio Guterres dan para pemangku kepentingan internasional lainnya telah memperingatkan bahwa Gaza dekat dengan jurang perang.
Meski begitu, baik Israel maupun Hamas yang telah terlibat dalam tiga perang sejak 2008, tercatat telah beberapa kali menjalani gencatan senjata.
Sementara itu, juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus, mengatakan semua target yang diserang ialah milik sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.
"Kami menyerang dengan intensitas yang lebih besar dengan pesan yang ditujukan kepada Hamas untuk memahami bahwa kami tidak akan membiarkan situasi ini berlanjut," kata Conricus.
Dia menegaskan, ke depan militer Israel bisa saja lebih keras menyerang posisi-posisi Hamas di Gaza. Menurut catatan, lonjakan ketegangan terbaru tersebut merupakan yang terburuk sejak perang 2014.
Konflik itu meletus bersamaan ketika utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jason Greenblatt dan penasihat Jared Kushner mengunjungi wilayah itu untuk membahas berbagai masalah termasuk proses perdamaian Palestina-Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved