Prancis-Jerman Sepakati Reformasi Zona Euro

(Yan/AFP/I-2)
18/6/2018 06:45
Prancis-Jerman Sepakati Reformasi Zona Euro
(AFP PHOTO / POOL / Ludovic MARIN)

PARIS dan Berlin semakin dekat dengan kata sepakat tentang reformasi zona euro setelah berbulan-bulan. Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan hal ini, kemarin.

"Sebuah kesepakatan sudah dekat," kata Le Maire di Twitter Sabtu malam setelah negosiasi akhir tentang masalah dengan mitra Jerman ini di Kota Hamburg, Jerman Utara.

Menteri Le Maire menambahkan bahwa ia berharap kesepakatan dapat diselesaikan pada Selasa (19/6), ketika Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan bertemu di dekat Berlin.

Paris dan Berlin berlomba untuk menjembatani kesenjangan antara visi Macron tentang reformasi besar Uni Eropa dan pendekatan Kanselir Angela Merkel yang lebih bijaksana pada pertemuan puncak zona euro pada 29 Juni.

"Ada dua atau tiga masalah yang tersisa untuk dipilah," kata sumber Eropa yang dekat dengan perundingan kepada AFP. "Tapi ini jelas dan terbatas."

Sumber itu menambahkan bahwa kemajuan nyata telah dibuat pada isu-isu sensitif yang masih harus diputuskan, terutama mengenai anggaran zona euro.

Jerman dan negara-negara Eropa utara lainnya telah menolak permintaan Macron untuk memberikan anggaran besar kepada zona euro.

Negara-negara Eropa Utara ini khawatir akan lebih banyak fiskal di bagian utara sehingga harus mengambil efek belanja berlebihan oleh selatan yang lebih boros.

Awal bulan ini, Merkel membuat beberapa konsesi, yaitu setuju untuk mendukung seruan Macron untuk dana investasi guna membantu negara-negara Eropa yang lebih miskin mengejar di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

Namun, ukuran dana tetap menjadi topik utama pertikaian, dengan Merkel mengatakan itu harus di bawah dari dua digit miliaran euro. Sementara itu, Macron telah menyerukan anggaran sebesar setara dengan beberapa poin dari PDB zona euro.

Presiden Prancis ini sedang dalam upaya untuk mendamaikan Eropa dengan Uni Eropa setelah bertahun-tahun penghematan dan arus migran massal telah mendorong kebangkitan partai anti-imigran dan nasionalis.

Dia pun telah memperjuangkan proposal reformasi Uni Eropa seperti diajukan menteri keuangan umum dan anggaran.

Macron menjanjikan mengembalikan kepercayaan diri Prancis yang lesu, dia berulang kali menggarisbawahi pentingnya posisi Prancis di UE, "Yang melindungi dan memungkinkan kita memproyeksikan nilai-nilai kita," ujarnya.

"Kita akan membutuhkan Eropa yang lebih efisien, demokratis, dan politis, karena ini menjadi instrumen kekuatan dan kedaulatan kita," tegas Marcon.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya