Spanyol Sambut Imigran Kapal Aquarius

Denny Parsaulian Sinaga
18/6/2018 06:15
Spanyol Sambut Imigran Kapal Aquarius
(AFP/JOSE JORDAN)

SEBANYAK 630 migran yang penyelamatannya memicu pertikaian migrasi utama di Eropa mulai mendarat di Spanyol pada hari Minggu setelah satu minggu yang bergejolak, karena Italia dan Malta menolak mereka untuk berlabuh.

Kapal yang pertama, dari tiga kapal yang mengangkut kelompok itu, sebuah kapal penjaga pantai Italia yang disebut Datillo, ditarik ke pelabuhan Valencia tepat sebelum 06.30 (04.30 GMT) dengan 274 migran di kapal.

Aquarius sendiri, kapal penyelamat yang disewa LSM Prancis yang berada di pusat krisis, ditarik ke pelabuhan sekitar empat jam kemudian di bawah langit biru yang cerah di pelabuhan di tenggara Spanyol.

Ketika mendekati pelabuhan, orang-orang di dalamnya menari dan bernyanyi, kegembiraan mereka tertangkap dalam rekaman yang dirilis di Twitter oleh SOS Mediterranee yang mengoperasikan kapal bersama dengan Doctors Without Borders (MSF).

Kapal ketiga, kapal angkatan laut Italia, Orione, akan tiba pada Minggu malam, kata pihak berwenang setempat.

Pemerintah Spanyol berjanji untuk memberikan layanan kesehatan gratis untuk para imigran. Pemerintah Spanyol juga menyatakan, mereka akan menginvestigasi tiap kasus suaka para imigran.

"Merupakan tugas kami untuk membantu menghindari bencana kemanusiaan dan menawarkan tempat yang aman untuk orang-orang ini, untuk memenuhi kewajiban hak asasi manusia kita," ungkap Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez seperti dilansir BBC.

Para migran, sebagian besar dari Afrika, disambut oleh sebuah tim yang terdiri lebih dari 2.000 orang, termasuk 470 penerjemah dan 1.000 relawan palang merah yang mendistribusikan barang-barang pokok, seperti selimut, pakaian, dan perlengkapan kebersihan.

Selamat datang di rumah
Di pelabuhan, spanduk besar digantung dan bertuliskan 'Selamat datang di rumah' dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab.

"Hari ini ialah hari bersejarah," kata Pastor Angel Garcia Rodriguez, imam terkenal yang mengepalai Messengers of Peace, NGO yang membantu migran di pelabuhan.

"Akan sulit bagi orang Spanyol untuk tidak tersenyum ketika mereka melihat anak-anak ini turun," katanya.

Penumpang terdiri atas 450 pria dan 80 perempuan, 7 dari mereka hamil, serta 89 remaja dan 11 anak-anak di bawah usia 13 tahun. Mereka berasal dari 26 negara, terutama dari Afrika tetapi juga Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan.

Mereka yang mengalami luka, terutama luka gores dan luka bakar, dibawa ke rumah sakit bersama dengan perempuan hamil, kata pejabat kesehatan setempat.

Sekretaris Jenderal Palang Merah Elhadj As Sy berterima kasih kepada Spanyol karena membuka tangan mereka pada saat banyak yang menolak.

"Kami menyerukan semua negara lain untuk mengikutinya dalam membantu mereka yang membutuhkan," katanya di Valencia.

Aquarius menyelamatkan para migran di lepas pantai Libia akhir pekan lalu, tetapi pemerintah populis baru Italia dan Malta menolak untuk membiarkannya berlabuh. Mereka gagal memenuhi komitmen kemanusiaan Uni Eropa.

(AFP/BBC/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya