Indonesia akan Dorong Implementasi Resolusi untuk Palestina

Rudy Polycarpus
12/6/2018 19:10
Indonesia akan Dorong Implementasi Resolusi untuk Palestina
(AFP PHOTO / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

BERGABUNGNYA Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 akan membuat diplomasi Indonesia berjalan dengan lebih praktis dan efektif. Hal ini salah satunya akan dimanfaatkan Indonesia dalam menegaskan dukungannya bagi perjuangan rakyat Palestina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, isu Palestina akan selalu menjadi prioritas utama yang akan diperjuangkan Indonesia.

"Bahkan setelah Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Presiden telah memberikan arahan langsung agar isu Palestina menjadi prioritas. Tidak ada perubahan atau bahkan justru terjadi penebalan keberpihakan pemerintah Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai atau berjuang untuk merebut hak-hak Palestina," ujarnya di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6).

Dalam keanggotaannya nanti, Indonesia setidaknya telah melihat adanya peluang bagi upaya ini. Menteri Retno mengatakan bahwa Indonesia dapat memberikan dorongan bagi negara-negara anggota PBB untuk mengimplementasikan resolusi-resolusi damai yang telah dikeluarkan DK PBB selama ini.

"Kita ingin mendorong agar resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Palestina yang jumlahnya cukup banyak dan saya kira kalau kita bicara mengenai elemen dari resolusi-resolusi tersebut sudah cukup kaya sehingga dorongan kita agar resolusi tersebut dapat diimplementasikan," ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga akan mengajak negara-negara anggota lainnya untuk kembali memulai pembicaraan masalah perdamaian ini. Retno menyebut bahwa belakangan, upaya-upaya negoisasi damai selama ini cenderung jalan di tempat.

“Kita melihat bahwa negosiasi dalam rangka perdamaian sudah cukup lama terhenti. Kita akan mencoba mencari jalan, tentunya ini tidak hanya dilakukan Indonesia sendiri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, tetapi kita akan berbicara dengan negara anggota lainnya agar mendorong dimulainya pembicaraan atau pembahasan mengenai masalah perdamaian ini," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya