Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa proteksionisme dan unilateralisme semakin berkembang di dunia. Akibatnya, dunia semakin terkutub-kutub baik secara ekonomi maupun politik.
"Proteksionisme dan unilateralisme semakin berkembang,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat menyampaikan pidatonya yang bertajuk “Keeping Asia Open: How to Achieve Prosperity and Stability” pada Konferensi Internasional ke-24 tentang Masa Depan Asia di Hotel Imperial, Tokyo, Jepang, hari ini.
Proteksionisme dan unilateralisme merupakan contoh beberapa pandangan baru yang dibangun atas dasar pertimbangan internal suatu negara dan nilai-nilai yang dianut oleh negara itu sendiri.
Contoh yang cukup jelas dari fenomena ini, kata Wapres, adalah Amerika Serikat (AS) yang meninggalkan TPP Agreement (Kemitraan Trans-Pasifik) dan keluar dari Paris Accord (Kesepakatan Paris) lalu melakukan perang dagang dengan beberapa negara. Tindakan seperti ini, lanjutnya, akan mencederai upaya membangun konsensus dan komitmen global yang telah dibangun puluhan tahun.
Namun, ujar Wapres, AS pada masa pemerintahan sekarang secara paradoks melakukan pendekatan unilateral dalam menanggapi perkembangan yang berlangsung di Timur Tengah dan Semenanjung Korea.
“Keputusan AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem membuat perdamaian di Palestina semakin sulit terwujud dan meningkatkan ketegangan di seluruh dunia,” tegas Wapres yang hadir pada forum tahunan tersebut untuk kedelapan kalinya.
Menurutnya, nilai-nilai yang dianut bersama di masa lalu, seperti demokrasi, keterbukaan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan, semakin pudar. Akibatnya, terangnya, dunia semakin terkutub-kutub baik secara ekonomi maupun politik.
Kini, kata Wapres, semakin banyak masalah yang timbul, mulai dari krisis Iran dan Yerusalem yang memicu aktivisme jaringan teroris dunia hingga retaliasi negara-negara ekonomi maju akibat kebijakan ekonomi AS yang proteksionis.
“Singkatnya, masalah-masalah baru muncul sebelum masalah-masalah lama terselesaikan. Dunia pun menjadi semakin rapuh,” ujarnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved