Bekas Sarang Bajak Laut Jadi Lokasi KTT AS-Korut

Denny Parsaulian Sinaga/X-11
07/6/2018 09:35
Bekas Sarang Bajak Laut Jadi Lokasi KTT AS-Korut
TEMPAT PERTEMUAN TRUMP-KIM: Panorama Pulau Sentosa, Singapura, kemarin. Kawasan wisata tersebut akan menjadi tempat pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni mendatang.(AFP/ROSLAN RAHMA)

PERTEMUAN bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un direncanakan berlangsung pada Selasa (12/6) di sebuah hotel mewah di Pulau Sentosa, Singapura.

"Lokasi pertemuan penting ini ialah Hotel Capella di Pulau Sentosa. Kami berterima kasih kepada tuan rumah Singapura atas sambutan mereka," ungkap juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.

Pulau Sentosa saat ini dikenal dengan pantainya yang rimbun oleh pohon-pohon kelapa, sejumlah kasino, lokasi wisata, dan beberapa lapangan golf yang dianggap terbaik di kawasan Asia.

Sejumlah sumber yang terkait dengan pengaturan pertemuan itu mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa para diplomat AS memilih resor Sentosa. Alasannya antara lain karena Sentosa terhubung ke Singapura melalui sebuah tol yang dapat dengan mudah ditutup untuk umum.

Sentosa juga dikenal sebagai pulau orang-orang terkaya di Singapura. Betapa tidak? Harga perumahan mewah yang menghadap ke laut di pulau itu, misalnya, dapat mencapai sekitar Rp402 miliar.

Lokasi Hotel Capella sendiri agak terpencil sehingga pengamanannya dianggap akan lebih mudah.

Luas lahan hotel itu sekitar 12 hektare dengan 112 kamar bergaya kolonial. Dulu hotel tersebut memang merupakan bangunan kolonial dan pernah dipakai sebagai asrama perwira Inggris.

Setelah direstorasi menggunakan desain arsitek ternama Inggris Norman Foster, Capella sering dipilih sebagai tempat menginap oleh penyanyi ternama seperti Madonna dan Lady Gaga ketika mereka mengadakan tur di Singapura.

Kalau menginap, orang harus membayar sekitar Rp7 juta per malam untuk tipe kamar paling sederhana. Untuk tipe ruangan mewah dengan tiga kamar tidur, biaya menginap per malam bisa mencapai sekitar Rp100 juta.

Pada Selasa (5/6), pejabat Singapura menyatakan bahwa sebagian kawasan di Pulau Sentosa ialah daerah khusus dengan sistem pengamanan tersendiri.

Terkait dengan pertemuan Trump dan Kim, pemerintah Singapura melarang peredaran senjata, kembang api, pengeras suara, dan pemasangan spanduk, juga penggunaan drone di daerah khusus tersebut. Polisi juga akan memeriksa semua orang yang masuk ke wilayah itu.

Sarang bajak laut

Meskipun dikenal sebagai resor wisata yang mewah, Pulau Sentosa juga memiliki sejarah gelap perompakan, pertumpahan darah, dan perang.

Menurut BBC, Singapura didirikan sebagai pos perdagangan Inggris di abad ke-19. Sebelum pemerintahan Inggris, Singapura ialah pusat perdagangan yang berkembang dan sering dikunjungi pedagang dan saudagar, serta bajak laut.

Sentosa dikenal saat itu sebagai Pulau Blakang Mati, yang secara langsung diterjemahkan sebagai 'pulau di belakang kematian'. Itu karena reputasi bajak laut yang kejam di kawasan tersebut.

Singapura jatuh ke Jepang pada 1942. Pulau itu kemudian diberi nama Jepang yakni Syonan yang berarti 'cahaya selatan'. Selama beberapa tahun berikutnya, ribuan orang dibunuh dengan cara dihukum mati di Sentosa akibat dianggap melawan Jepang.

Pada 1970-an, pemerintah Singapura menamai pulau tersebut sebagai Pulau Sentosa dan mengembangkannya sebagai destinasi wisata. (Denny Parsaulian Sinaga/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya