Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih mengatakan pada hari Senin (4/6) bahwa pertemuan pertama antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan berlangsung pada pukul 9.00 pagi (8.00 WIB) di Singapura pada 12 Juni.
"Kami secara aktif mempersiapkan KTT 12 Juni antara presiden dan pemimpin Korea Utara," kata juru bicara Sarah Sanders saat mengumumkan waktu pertemuan. "Kami merasa seperti hal-hal terus bergerak maju dan kemajuan telah dibuat."
Sanders mengatakan bahwa tim persiapan Gedung Putih yang terdiri dari personel militer, keamanan, staf teknis dan medis, sudah berada di negara Asia Tenggara itu.
"Mereka menyelesaikan persiapan dan akan berada di tempatnya hingga saat pertemuan dimulai," kata Sanders.
Dia menambahkan bahwa Trump mendapat briefing setiap hari tentang persiapan pertemuan penting tersebut.
"Saya dapat memberitahu Anda bahwa presiden telah menerima briefing harian tentang Korea Utara dari tim keamanan nasionalnya," kata Sanders.
Para ahli telah menyuarakan keprihatinan mereka bahwa meskipun Trump mengklaim sebagai pembuat kesepakatan terbesar di dunia, dia hanya tahu sedikit tentang Korea Utara, kontrol senjata atau diplomasi internasional.
KTT on-off ini diharapkan dapat fokus pada upaya AS untuk membuat Korea Utara meninggalkan program nuklirnya.
Rezim opresif itu diyakini telah mengembangkan perangkat nuklir mereka sehingga dapat menembakkan rudal yang untuk menyerang Amerika Serikat.
Washington telah menilai hal itu tidak dapat diterima dan menuntut Korea Utara memulai denuklirisasi penuh yang dapat diverifikasi.
Dengan hitungan hari sebelum pertemuan, masih belum jelas apakah Pyongyang bersedia mengambil langkah itu atau apakah itu cara mengurangi tekanan maksimum dari Trump.
Trump pekan lalu mengatakan dia tidak lagi ingin menggunakan istilah itu dan mengindikasikan bahwa dia bersedia untuk memulai serangkaian pembicaraan panjang yang akan mengurangi tekanan pada rezim.
"Saya pikir ini akan menjadi proses," katanya setelah menyambut pejabat tinggi Kim Yong Chol ke Gedung Putih.
"Saya tidak pernah mengatakan (permintaan ini hanya) dalam satu pertemuan. Saya pikir ini akan menjadi sebuah proses. Tetapi hubungan itu sedang dibangun, dan itu hal yang sangat positif."
Trump juga mengatakan bahwa tidak akan ada sanksi baru ketika pembicaraan sedang berlangsung, meskipun Gedung Putih mengatakan sanksi ekonomi yang ada tidak akan dihapus juga. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved