Arab Saudi Tahan 17 Aktivis Hak Perempuan

Irene Harty
03/6/2018 22:25
Arab Saudi Tahan 17 Aktivis Hak Perempuan
(AFP PHOTO / Brendan Smialowski)

PEMERINTAH Arab Saudi mengaku menahan 17 orang karena merongrong keamanan kerajaan dengan kampanye tindakan keras terhadap aktivis menjelang larangan mengemudi untuk perempuan berakhir.

Sebelumnya kelompok-kelompok HAM melaporkan penangkapan sedikitnya 11 orang bulan lalu dengan sebagian besar diidentifikasi sebagai juru kampanye hak mengendarai perempuan dan untuk mengakhiri sistem perwalian laki-laki Islam yang konservatif.

Tanpa menyebut siapapun, kantor jaksa penuntut umum mengatakan jumlah tahanan mencapai 17 orang dan menambahkan delapan dari mereka telah dibebaskan sementara sampai penyelidikan selesai.

Sembilan tersangka, termasuk perempuan, tetap berada dalam tahanan setelah mereka mengaku dengan sejumlah tuduhan seperti kontak yang mencurigakan dengan organisasi oposisi dan merekrut orang-orang dalam posisi pemerintah yang sensitif, seperti dilansir dari Saudi Press Agency.

Pernyataan itu menuding para tahanan melakukan kegiatan terkoordinasi merusak keamanan dan stabilitas kerajaan.

Dalam media yang didukung negara, beberapa dicap sebagai pengkhianat tahanan dan agen kedutaan.

Namun, laporan tersebut telah dibatalkan diganti sebagai paparan.

Penindasan itu juga telah memicu derasnya kritik global, membuat bayangan pada upaya liberalisasi yang dipublikasikan secara luas yang diluncurkan oleh Pangeran Mohammad bin Salman yang kuat.

Reformis bergaya sendiri telah berusaha untuk memutuskan pembatasan yang sudah lama dilakukan terhadap perempuan dan pencampuran jenis kelamin termasuk larangan mengemudi yang dijadwalkan berakhir 24 Juni.

Parlemen Eropa pekan lalu menyetujui resolusi yang menyerukan pembebasan tanpa syarat dari aktivis yang ditahan dan pembela hak asasi manusia lainnya.

"Pelanggaran tanpa batas pihak berwenang Arab Saudi terhadap aktivis hak perempuan sepenuhnya tidak dapat dibenarkan, dan dunia tidak boleh berdiam diri pada penindasan terhadap para pembela hak asasi manusia di negara ini," kata Saba Hadid, Direktur Kampanye Timur Tengah Amnesty International.

Sekutu Arab Saudi khususnya AS (Amerika Serikat), Inggris, dan Prancis harus mendorong pemerintah Arab Saudi untuk mengakhiri penindasan yang ditargetkan terhadap aktivis hak asasi manusia dinegaranya. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya