Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memenangkan pemilihan umum, dia berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk mencari dana negara yang hilang dalam skandal korupsi besar-besaran di bawah pendahulunya, Mantan Perdana Menteri Najib Razak.
Najib telah dituduh mencuri ratusan juta dolar dari dana negara yang dikenal sebagai 1MDB.
Prioritas lain Mahathir adalah mendapatkan kembali utang senilai US$250 miliar di negara itu.
Oleh sebab itu, pada minggu ini, dia mengumumkan pemerintah telah menemukan cara untuk setidaknya memulai 'crowdfunding'.
BBC melaporkan dalam 24 jam, 'Malaysia Hope Fund' mengumpulkan hampir US$2 juta.
"Rakyat secara sukarela ingin berbagi pendapatan mereka dengan pemerintah untuk membantu meringankan beban," tutur Kementerian Keuangan Malaysia dalam pernyataan dengan mengumumkan mereka akan menerima sumbangan untuk meringankan utang negara.
Kementerian meminta semua warga yang bersedia menyumbang untuk tujuan tersebut.
Pemerintah berharap dapat menunggangi gelombang patriotisme yang dirasakan Malaysia setelah transisi kekuasaan yang damai bulan lalu.
"Ada banyak orang Malaysia yang bersedia menyumbang kepada pemerintah ketika mereka menemukan betapa buruknya situasi keuangan negara kita. Kami menyambut sikap patriotik mereka," imbuh Mahathir.
Jumlah utang nasional negara itu sekitar 80% dari GDP.
Ide 'crowdfunding' dimulai dengan seorang warga berumur 27 tahun bernama Nik Shazarina Bakti, yang baru-baru ini meluncurkan inisiatif 'crowdfunding' pribadi untuk membantu meringankan utang Malaysia.
Dia mengumpulkan sekitar US$3.500 sebelum pemerintah campur tangan.
Upaya itu mirip dengan yang dilakukan Malaysia selama perjuangan mereka untuk merdeka dari Inggris dengan menyumbangkan perhiasan, uang, dan barang-barang berharga.
Begitu pula dengan Korea Selatan yang mencoba menarik dirinya keluar dari krisis ekonomi pada akhir 1990-an saat warganya berbaris untuk menyumbangkan harta mereka yang paling berharga kepada pemerintah, termasuk cincin kawin dan piala.
"Kami dapat memberi tahu anak-anak dan cucu kami tentang prakarsa ini bahwa kami semua ambil bagian untuk menyelamatkan Negaraku (negara saya), Malaysia," kata Nik. (Washingtonpost/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved