Tiongkok Peringatkan AS Tidak Jatuhkan Sanksi

Irene Harty
03/6/2018 16:53
Tiongkok Peringatkan AS Tidak Jatuhkan Sanksi
(AFP PHOTO / POOL / Andy Wong)

TIONGKOK memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menjatuhkan sanksi perdagangan setelah putaran negosiasi terbaru berakhir pada Minggu (3/6) di Beijing.

Jika hal itu dilanggar maka setiap transaksi yang dicapai selama pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung akan batal.

Peringatan Tiongkok tersebut memperlihatkan negosiasi perdagangan putaran ketiga antara dua ekonomi terbesar dunia tampaknya gagal menjembatani perselisihan antara Beijing dan Washington.

"Jika AS memperkenalkan sanksi perdagangan termasuk kenaikan tarif, semua pencapaian ekonomi dan perdagangan yang dinegosiasikan oleh kedua pihak sejauh ini akan batal," kata pernyataan pemerintah Tiongkok yang dikeluarkan oleh kantor berita resmi Xinhua.

Diskusi di Beijing, yang dipimpin oleh Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He bertujuan meredakan ketegangan setelah AS mengatakan akan menindaklanjuti tarif impor untuk Tiongkok sejak bulan lalu pada Selasa (29/5).

Konsensus yang dicapai di Washington menyerukan Tiongkok untuk meningkatkan impor pertanian dan energi dari AS.

Beijing menyebut hal itu sebagai kemajuan positif dan konkrit pada isu-isu tersebut dengan sisanya akan diselesaikan kedua belah pihak.

Sanksi perdagangan AS yang direncanakan di Beijing termasuk pembatasan investasi Tiongkok, kontrol ekspor, dan tarif 25% pada barang-barang teknologi yang nilainya hingga US$50 miliar.

Gedung Putih mengatakan akan mengumumkan daftar akhir impor Tiongkok yang masuk tarif AS pada 15 Juni, dengan langkah-langkah lain akan mengikuti akhir bulan ini.

Beijing memperingatkan semua komitmen yang telah dibuat sejauh ini bukan didasarkan untuk berperang.

Negeri Tirai Bambu itu juga mengancam akan membalas dengan tarif tit-to-tat senilai puluhan miliar dolar dalam barang-barang AS.

Kendati, Beijing bertahan tidak akan mundur, dia telah mengumumkan langkah-langkah damai seperti menurunkan tarif pada impor barang-barang otomotif dan konsumen untuk mengatasi beberapa kekhawatiran Washington.

"Pertemuan kami sejauh ini ramah dan jujur, dan mencakup beberapa topik yang berguna tentang barang ekspor tertentu," ungkap Ross kepada tim perdagangan Tiongkok yang dipimpin oleh Liu.

Liu menawarkan kepada tim AS 'sambutan khusus' ke Beijing untuk pembicaraan lebih lanjut.

Ross dan delegasi besar AS juga menghadiri makan malam pada Sabtu (2/6) dengan tuan rumah Tiongkok mengaku senang dengan jamuan yang diberikan.

Sikap negosiasi mereka berbeda jauh dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, yang mengumumkan gencatan tarif dengan Tiongkok dan mengatakan AS mendorong perubahan struktural terhadap ekonomi Tiongkok dalam KTT G7 di Kanada.

"Ini bukan hanya tentang membeli lebih banyak barang. Ini tentang perubahan struktural," kata Mnuchin.

Kunjungan dari delegasi besar AS dengan anggota dari beberapa lembaga cabang eksekutif sebagai bentuk kekhawatiran perang perdagangan global akan meningkat setelah Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko menyusun langkah-langkah balas dendam terhadap tarif baja dan aluminium AS yang tinggi dan berefek pada Jumat (1/6).

Pada Sabtu (2/6), mereka menyampaikan pesan terpadu tentang keterkejutan dan kekecewaan pada pertemuan tujuh menteri dan mendesak Presiden AS, Donald Trump untuk membatalkan tarif logam. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya