Anwar Tuding Australia Terlibat dalam Korupsi Najib Razak

Denny Parsaulian
01/6/2018 14:13
Anwar Tuding Australia Terlibat dalam Korupsi Najib Razak
(AFP)

POLITIKUS terkemuka Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan Jumat (1/6) bahwa Australia terlibat dalam dugaan korupsi oleh pemerintah sebelumnya. Ini dia sampaikan seraya meminta Canberra untuk mengirim kembali ke Malaysia seorang polisi yang terlibat dalam skandal pembunuhan yang diduga didalangi Najib Razak.

Mantan pemimpin oposisi Anwar mengecam kebijakan tercemar Canberra terhadap pemerintahan perdana menteri Najib Razak yang kalah secara sensasional dalam pemilu bulan lalu.

Anwar, yang dipenjarakan oleh Najib pada 2015 dan dibebaskan setelah pemilihan, mengatakan Australia selalu membuat pernyataan sangat mendukung pemerintahan Najib.

Dia mengutip kasus profil tinggi seorang polisi, sekarang di tahanan Australia, yang melarikan diri dari Malaysia setelah dijatuhi hukuman gantung atas pembunuhan model Mongolia terkait skandal penyuapan pemerintah Najib.

"Sudah waktunya Australia menerima kenyataan bahwa beberapa kebijakan luar negeri mereka jelas telah tercemar, telah dianggap oleh banyak orang Malaysia sebagai terlibat, atau toleran terhadap kejahatan korupsi dan juga tindakan kriminal," kata pria berusia 70 tahun itu kepada Radio ABC, Jumat (1/6)

"Jadi saya pikir pihak berwenang Australia perlu melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa ini harus diperbaiki dan itu berarti (mantan polisi Sirul Azhar Umar) harus dikirim kembali.

Anwar menambahkan, polisi itu harus diberi perlindungan keamanan untuk mengatakan kebenaran dan membiarkan sidang baru yang jelas transparan untuk dilanjutkan.

Sirul telah mengklaim dia diperintahkan oleh 'orang-orang penting' pada 2006 untuk membunuh model Altantuya Shaariibuu yang merupakan nyonya seorang rekan Najib yang dituduh mengatur suap untuk pembelian kapal selam Prancis.

Anwar, bakal penerus Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang berusia 92 tahun mengatakan, dia bersedia untuk melanjutkan hubungan dengan Australia yang harus sangat ramah.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop membela hubungan Canberra sebelumnya dengan Najib dan mengatakan dia menantikan hubungan yang dekat dan produktif dengan pemerintahan baru.

"Hubungan kami yang positif dan luas dengan pemerintahan sebelumnya memungkinkan kami untuk berkolaborasi dalam hal-hal yang ada di Australia dan kepentingan nasional Malaysia," kata Bishop dalam sebuah pernyataan. "Kami tidak berusaha untuk menggangu kedaulatan negara-negara lain, seperti yang kami harapkan negara lain untuk tidak ikut campur dalam urusan politik kami."

Departemen Urusan Dalam Negeri Australia yang mengelola pusat penahanan Sydney tempat Sirul ditahan, mengatakan kepada AFP Jumat (1/6) bahwa pihaknya tidak akan mengomentari kasus-kasus individual. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya