Pertemuan Negara Asia Dukung Palestina Berlanjut

Irene Harty
31/5/2018 13:37
Pertemuan Negara Asia Dukung Palestina Berlanjut
(AFP)

PERSIAPAN untuk pertemuan negara-negara Asia yang mendukung Palestina atau Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development Senior Officials' Meeting (CEAPAD SOM) pada 27 Juni mendatang telah dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (31/5).

"Pertemukan pejabat senior senior pada hari ini sebenarnya persiapan untuk pertemuan tingkat menteri bulan depan di Thailand," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir usai memberi sambutan.

Dia merinci pertemuan tingkat menteri sebelumnya dilakukan di Jepang lalu terakhir pada 2014 di Indonesia.

"Yang ketiga agak cukup terlambat di Thailand. Kita memang salah satu lokasi untuk memobilisasi dukungan kepada Palestina dalam kawasan Asia Tenggara," lanjutnya.

Fachir mengaku pemerintah akan selalu bersinergi dengan berbagai pihak oleh sebab itu pihaknya telah mengimbau organisasi non-pemerintah dan sektor-sektor swasta untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung Palestina.

"Kita akan terus memobilisasi baik dalam tingkat nasional, regional, maupun global," imbuh Fachir.

Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Palestina, Taysir Jaradat mengapresiasi sebesar-besarnya pertemuan untuk warga Palestina tersebut.

"Ini adalah salah satu dari organisasi yang didirikan 1913 dari Asia Tenggara dan memihak Palestina. Kami, pemerintah Palestina akan melihat pertemuan selevel menteri di Bangkok pada 27 Juni mendatang," katanya.

Jaradat mengatakan mereka akan memanfaatkan segala sesuatu yang dihasilkan dari pertemuan dengan penuh tanggung jawab demi yang terbaik untuk Palestina.

"Kami juga berharap hasil itu bisa mewujdukan perkembangan ekonomi dan pemerintahan baru di masa yang akan datang," lanjutnya.

Pada dasarnya Palestina mengharapkan bantuan politik dari negara-negara lain, membutuhkan bantuan spiritual untuk menghidupkan kembali semangat warganya, dan bantuan keuangan sehingga dapat menjadikan kembali Palestina sebagai negara yang merdeka.

"Kami menganggap ini (tindakan Israel) adalah peraturan yang dilanggar karena Palestina telah berada di wilayah itu. Kami menolak sekuat tenaga tindakan-tindakan tersebut dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengagalkan usaha mereka tersebut," tandasnya.

Palestina memang tengah berjuang untuk mengambil kembali Yerusalem Timur dan Tepi Barat dari Israel sejak lebih dari setengah abad lalu. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya