Penjelajah Bulan Alan Bean Meninggal

Denny Parsaulian Sinaga
27/5/2018 19:15
Penjelajah Bulan Alan Bean Meninggal
(AFP)

MANTAN astronot Apollo 12, Alan Bean, lelaki keempat yang berjalan di bulan dan kemudian beralih ke lukisan untuk mencatat pendaratan bulan di atas kanvas, telah meninggal. Dia usia saat 86 tahun.

Bean adalah pilot modul bulan untuk misi pendaratan kedua di bulan pada November 1969. Dia menghabiskan 31 jam di bulan dan dua kalau berjalan di bulan. Dia menggelar eksperimen permukaan dengan komandan Charles Conrad dan mengumpulkan 75 pon (34 kilogram) batuan dan tanah bulan untuk dipelajari kembali di Bumi, seperti disampaikan NASA dan keluarga Bean.

Bean meninggal Sabtu di Houston, Texas, setelah sakit yang singkat.

"Karena semua penjelajah hebat, Alan adalah pendorong pembatas," kata Administrator NASA Jim Bridenstine dalam sebuah pernyataan. Dia mengakui Bean adalah bagian dari 11 rekor dunia di bidang ruang angkasa dan aeronautika.

"Kami akan mengingatnya sebagai penjelajah hebat yang menjangkau dab merangkul alam semesta."

Dengan meninggalnya Bean, hanya timggal empat dari 12 penjelajah bulan Apollo yang masih hidup yaitu Buzz Aldrin, Dave Scott, Charlie Duke, dan Harrison Schmitt.

Schmitt, pilot modul lunar untuk Apollo 17, adalah salah satu dari banyak astronot yang berduka atas kematian Bean dan memberi penghormatan pada hari Sabtu atas prestasinya untuk eksplorasi ruang angkasa masa depan.

"Antusiasmenya tentang ruang dan seni tidak pernah padam. Alan Bean adalah salah satu pria renaisans yang hebat dari generasinya. Insinyur, pilot pesawat tempur, astronot, dan seniman," kata Schmitt.

Dia menambahkan bahwa beragam sampel bulan yang diambil adalah "hadiah ilmiah yang terus memberi hari ini dan di masa depan."

Pada 1998 sejarah lisan NASA, Bean mengingat kegembiraannya saat bersiap untuk terbang ke bulan.

"Ketika kamu bersiap-siap untuk pergi ke bulan, setiap hari seperti Natal dan ulang tahunmu menjadi satu. Maksudku, bisakah kamu memikirkan sesuatu yang lebih baik?" Kata Bean.

Setelah Apollo, Bean memerintahkan penerbangan kru kedua ke stasiun ruang angkasa pertama Amerika Serikat , Skylab, pada 1973. Pada misi itu, ia mengitari Bumi selama 59 hari dan menempuh 24,4 juta mil, menetapkan rekor dunia pada saat itu.

Lahir pada 15 Maret 1932, di Wheeler, Texas, Bean menerima gelar Bachelor of Science di bidang teknik penerbangan dari University of Texas pada 1955. Ia mengikuti Sekolah Uji Coba Angkatan Laut dan merupakan salah satu dari 14 peserta pelatihan yang dipilih oleh NASA untuk kelompok ketiga dari astronot pada Oktober 1963.

"Aku selalu ingin menjadi pilot, selama yang aku bisa ingat," kata Bean dalam sejarah lisan NASA 1998. "Saya pikir banyak hal yang harus dilakukan dengan terlihat menarik. Orang yang melakukannya tampaknya seperti orang yang berani. Saya ingin menjadi berani, meskipun saya tidak berani pada saat itu. Saya pikir mungkin saya bisa belajar, jadi itu menarik bagi saya. "

Bean pensiun dari NASA pada 1981 dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menciptakan catatan artistik eksplorasi ruang angkasa.

Lukisan bertema Apollo-nya menampilkan kanvas bertekstur dengan cetakan sepatu lunar dan disematkan potongan-potongan kecil debu bulannya.

"Alan Bean adalah orang paling luar biasa yang pernah saya temui," kata astronot Mike Massimino, yang terbang di dua misi pesawat ulang alik untuk melayani Teleskop Angkasa Hubble. "Dia adalah kombinasi unik dari prestasi teknis sebagai astronot dan pencapaian artistik sebagai pelukis."

Banyak sesama penjelajah ruang mengirim tribut ke Bean di Twitter.

Pensiunan astronot AS, Scott Kelly, mengatakan dunia tidak hanya kehilangan pelopor luar angkasa, tetapi juga seniman luar biasa yang membawa pengalamannya kembali ke Bumi untuk berbagi dengan dunia."

Astronot AS Karen Nyberg menyebut Bean seorang yang baik hati, murah hati, dan rendah hati dan seorang teladan sejati.

"Sebagai seorang gadis yang tumbuh dengan gairah untuk luar angkasa dan seni, Alan Bean adalah pahlawan saya," tulisnya. "Say merasa beruntung telah bertemu dengannya."

Pensiunan astronot Clayton Anderson tweeted "#RIP Alan Bean. Terima kasih telah membiarkan saya berdiri di atas bahu Anda."

Istri Bean selama 40 tahun, Leslie Bean, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Bean meninggal dengan tenang di Rumah Sakit Memorial Methodist Houston dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya.

"Alan adalah pria terkuat dan paling baik yang pernah kukenal," katanya. "Dia adalah cinta dalam hidupku dan aku sangat merindukannya."

Dia meninggalkan istrinya, seorang saudara perempuan dan dua anak dari pernikahan sebelumnya, seorang putri, Amy Sue dan putranya, Clay. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya