Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI wujud kepedulian terhadap sesama, PT Raffindo Wisata membagikan 2.500 paket bahan makanan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Suriah di wilayah Irbid, Yordania, 15 kilometer dari perbatasan Suriah.
"Pada Kamis (22/5) hingga Sabtu (26/5) waktu setempat, Raffindo Wisata menjalankan misi kemanusiaan di luar negeri ini dengan berbuka puasa bersama warga pengungsi Suriah di wilayah Irbid," ujar Direktur Utama Raffindo Wisata, Erik Rafikana, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Sebanyak 2.500 paket bahan makanan, terdiri atas roti, keju, susu, gula, teh, mi instan, ikan tuna, biskuit, dan cokelat. Kemudian, mainan untuk anak-anak pengungsi Suriah.
Ratusan ribu pengungsi Suriah yang tersebar di wilayah Irbid, Yordania, 15 kilometer dari perbatasan Suriah, terpaksa menjalani Ramadan dengan kondisi sulit dan kebutuhan seadanya. Mereka tinggal bersama-sama di tenda yang terbuat dari kain berukuran 3 meter x 3 meter.
Erik mengaku terharu melihat kondisi warga Suriah yang berada di kamp-kamp pengungsian.
"Kami masih akan mengirimkan bantuan lagi berupa sepatu, selimut, MCK, dan karavan (kontainer untuk tempat sekolah mereka). Insya Allah Raffindo akan terus berkomitmen membantu saudara kita di Suriah dan Palestina," kata Erik.
Para pengungsi tersebut berpuasa di kondisi cuaca panas dengan suhu mencapai 45-50 derajat Celcius.
"Mereka berpuasa di tengah gurun pasir yang tandus dan panas sekali, ditambah angin yang kencang membawa debu-debu yang beterbangan. Kulit wajah mereka mengelupas, bibir mereka pecah, sementara kulit kaki mereka rusak karena cuaca yang panas sekali, mereka butuh kita Indonesia," kata dia.
Asal mereka, lanjut Erik Rafikana, dari wilayah konflik di beberapa wilayah Suriah seperti Aleppo, Homs, Hama, Damaskus, juga pengungsi asal Ghouta Timur.Ratusan ribu pengungsi tersebut berpangku pada bantuan kemanusiaan dari pihak lain, termasuk bantuan dari Indonesia.
Erik merasakan kesedihan mendalam melihat anak-anak pengungsi Suriah yang hidup dalam serba keterbatasan. Anak-anak Suriah mengenal Indonesia dan mereka menitipkan salam untuk anak-anak Indonesia.
"Saya bertemu dengan dua orang pengungsi. Pertama, Fattah (37) asal Homs, Suriah. Ia dulu bekerja di bank dengan kehidupan yang mapan. Namun, perang di Suriah telah merenggut istri dan dua anaknya," ujarnya.
Kedua, Zahra, 6, yang bercita-cita ingin menjadi dokter. Namun, peperangan di negaranya membuat impian anak tersebut menjadi pupus.
Dalam proses pendistribusian bantuan kepada pengungsi Suriah, Erik dibantu oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) di Yordania serta Organisasi Kemanusiaan Yordania.
"Saya mengucapkan terima kasih atas semua dukungannya sehingga proses pendistribusian lancar dan aman," ujar dia. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved