Korea Utara Siap Konfrontasi Nuklir

(Washigton Post/AFP/Yan/I-2)
25/5/2018 07:00
Korea Utara Siap Konfrontasi Nuklir
(AFP/KCNA VIA KNS)

KOREA Utara (Korut) mengancam mempertimbangkan kembali partisipasi Kim Jong-un dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Trump bulan depan dengan mengatakan terserah kepada Amerika Serikat (AS) untuk memutuskan apakah ingin menemui mereka di ruang pertemuan atau pada perang nuklir.

"Untuk meminjam kata-kata mereka, kami juga dapat membuat AS merasakan tragedi yang mengerikan yang belum pernah dialami atau bahkan dibayangkan hingga saat ini," tegas Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son- hui, kemarin.

Pernyataan itu datang sehari setelah Trump menyatakan akan menunda atau membatalkan KTT, yang dijadwalkan pada 12 Juni di Singapura, jika Korut tidak memenuhi kondisi tertentu.

Seorang pembantu dekat Kim mengeluarkan pernyataan terhadap pemerintahan Trump kemarin pagi dengan menyebut Wakil Presiden Pence sebagai 'boneka politik'. Hal ini mengacu ke komentarnya di Fox News pada Senin (21/5) karena membandingkan Korut dengan Libia.

"Sebagai orang yang terlibat dalam urusan AS, saya tidak dapat menahan keterkejutan saya atas pernyataan bodoh seperti itu sungguh keluar dari mulut seorang Wakil Presiden AS," kata Choe Son-hui.

Model Libia yang dinyatakan Pence mengacu ke negosiasi pada 2004. Kala itu AS berhasil melucuti komponen nuklir Libia yang masih dipimpin Muammar Gaddafi. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi perhatian dan kekhawatiran Korut bila menyerahkan senjata nuklir kepada AS.

Menyangsikan
Dengan pernyataan itu, Choe Son-hui pun menyangsikan penyelenggaraan KTT Korut-AS akan bermanfaat, terutama untuk negaranya. "Kami tidak akan meminta AS untuk berdialog atau menyusahkan untuk membujuk mereka jika mereka tidak ingin duduk bersama kami."

Korut mengatakan, pihaknya telah menghancurkan situs uji nuklir, kemarin, dengan serangkaian peledakan yang menempatkan fasilitas itu di luar penggunaan lebih lanjut.

"Untuk memastikan transparansi penghentian uji coba nuklir," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan berbahasa Inggris seperti dikutip dari kantor berita KCNA.

Pembongkaran tempat uji coba nuklir dilakukan sedemikian rupa untuk membuat semua terowongan dari tanah uji runtuh oleh ledakan dan benar-benar menutup pintu masuk terowongan dan pada saat yang sama meledakkan beberapa fasilitas penjaga serta pos pengamatan di situs.

Lembaga itu mengatakan dua terowongan di gunung tersebut siap digunakan untuk melakukan uji coba nuklir bawah tanah yang sangat kuat kapan saja sebelum mereka dihancurkan.

"Tidak ada kebocoran radiasi yang terdeteksi di lokasi selama pembongkaran," tambah pernyataan itu.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya