Tim Investigasi Simpulkan MH17 Jatuh Ditembak Rudal Rusia

Irene Harty
24/5/2018 19:25
Tim Investigasi Simpulkan MH17 Jatuh Ditembak Rudal Rusia
(AFP PHOTO)

PARA penyidik dalam penyelidikan jatuhnya pesawat MH17 pada 2014 untuk pertama kalinya mengatakan rudal yang menjatuhkan pesawat ke arah timur Ukraina berasal dari brigade militer Rusia pada Kamis (24/5).

"Tim Investigasi Gabungan telah sampai pada kesimpulan bahwa BUK-TELAR yang menembak jatuh MH17 berasal dari 53 anti-pesawat rudal yang berbasis di Kursk, Rusia," kata Penyidik Ahli asal Belanda Wilbert Paulissen.

"Brigade ke-53 merupakan bagian dari pasukan bersenjata Rusia," katanya dalam konferensi pers di Belanda.

Tim telah dengan susah payah menciptakan kembali rute yang diambil oleh konvoi rudal dari Kursk menuju perbatasan ke Ukraina menggunakan video dan foto.

Paulissen mengatakan, tim telah memastikan bahwa BUK-TELAR memiliki sejumlah karakteristik unik.

"Karakteristik ini seperti itu berfungsi sebagai jenis sidik jari untuk rudal. Kami yakin bahwa temuan kami membenarkan kesimpulan bahwa BUK-TELAR yang digunakan berasal dari Brigade ke-53," tambahnya.

Penerbangan maskapai Malaysia Airlines itu jatuh dari langit ke atas wilayah timur Ukraina yang dilanda konflik pada 17 Juli 2014 saat perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

Sebanyak 298 penumpang dan awak, sebagian besar dari mereka warga Belanda, tewas dalam bencana, tetapi ada 17 negara di kapal termasuk Australia, Inggris, Malaysia, dan Indonesia.

Penyelidikan yang dipimpin oleh Belanda berfokus pada sekitar 100 orang yang dicurigai berperan aktif dalam insiden itu.

Mereka telah mengidentifikasi dua orang, dengan alias Orion dan Delfin, sebagai tersangka utama setelah percakapan mereka yang disadap kawat sebelum dan sesudah pesawat ditembak.

Kepala Penyelidik Fred Westerbeke mengatakan bahwa penyelidikan itu sekarang dalam fase akhir, ttapi menambahkan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

"Selama beberapa tahun terakhir kami telah memperoleh banyak bukti dan bukti, tetapi kami belum siap untuk bergerak ke arah membawa tuduhan," katanya pada konferensi pers.

Setiap tersangka yang ditangkap dalam penembakan pesawat MH17 akan diadili di Belanda di bawah kesepakatan yang dicapai dengan negara-negara yang memimpin penyelidikan bersama.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok yang baru-baru ini mengadakan pembicaraan di Moskow tentang MH17, mengatakan pengungkapan itu menjadi bagian penting dari teka-teki.

"Sekarang, kami memiliki kejelasan lebih lanjut dari kesimpulan tim sehubungan dengan jatuhnya MH17, khususnya untuk keluarga terdekat," tambah Blok.

Sementara itu, keluarga korban-korban telah menulis surat terbuka kepada Rusia tentang kesedihan mereka.

"Kami menyerukan kembali bagi pemerintah Rusia untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan internasional ke MH17," kata mereka dalam surat yang diterbitkan di Novaya Gazeta.

Sebelumnya, pesawat itu disimpulkan dihantam sistem rudal BUK buatan Rusia yang dibawa dari Rusia dan ditembakkan dari wilayah di Ukraina yang dikuasai oleh pemberontak dengan dukungan Moskow.

Akan tetapi mereka belum mengatakan secara langsung siapa yang menembak jatuh pesawat dari langit di atas wilayah timur Ukraina yang berkonflik pada 17 Juli 2014.

Moskow telah berulang kali membantah terlibat dalam jatuhnya pesawat Boeing 777, menyalahkan Kiev. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya