Hujan dan Longsor Tewaskan Lima Orang di Sri Lanka

Antara
21/5/2018 20:20
Hujan dan Longsor Tewaskan Lima Orang di Sri Lanka
(youtube)

HUJAN deras di Sri Lanka menewaskan lima orang, mendorong pihak berwenang memperingatkan akan tanah longsor dan banjir di dataran rendah setelah gerbang limpahan akan dibuka di seluruh pulau Samudra Hindia itu.

Petir menewaskan tiga orang, longsor menewaskan yang keempat dan kematian kelima adalah akibat pohon tumbang, kata pejabat di Pusat Penanggulangan Bencana.

Juru bicara pusat itu, Pradeep Kodippili, menyatakan banjir memaksa pengungsian orang di daerah tempat beberapa sungai meluap, sementara empat kabupaten 'siaga satu' untuk kemungkinan longsor.

"Orang di empat kabupaten itu sudah diperingatkan untuk waspada," kata Kodippili kepada Reuters, Senin (21/5).

Tentara mengirim lebih dari 100 anggotanya dengan lebih dari 25 perahu untuk mengatasi keadaan darurat, kata juru bicaranya, Sumith Atapattu, kepada Reuters.

Mei, awal musim hujan di Sri Lanka selatan, biasanya menjadi waktu terbasah di daerah itu dalam setahun, berlangsung hingga September. Sejak November hingga Februari, angin barat laut juga mengakibatkan hujan deras di negara pulau tersebut.

Hujan deras dan kekeringan sebentar-sebentar menghantam pohon teh, tanaman utama ekspor negara itu, yang menghasilkan lebih dari US$1 miliar. Hasil teh naik pada tahun lalu untuk pertama kali sesudah empat tahun. Namun, cuaca tahun ini belum cukup keras memengaruhi pasar saham dan perusahaan, kata pialang, meskipun perusahaan di industri perkebunan dapat terdampak.

Pertumbuhan di Sri Lanka mencapai titik terendah dalam 16 tahun dengan 3,1% pada 2017, terutama karena banjir, yang menewaskan lebih dari 100 orang, dan kekeringan panjang di beberapa daerah. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya