Kaum Muda Rindu Malaysia kembali ke Jalan yang Benar

AFP/Irene Harty/I-3
21/5/2018 01:00
Kaum Muda Rindu Malaysia kembali ke Jalan yang Benar
(AFP/MANAN VATSYAYANA)

TIDAK punya pilihan. Mungkin itulah yang dirasakan banyak kaum muda Malaysia yang merindukan perubahan dengan memilih laki-laki berusia 92 tahun, Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri mereka.

Salah satunya ialah Daniel Mizan Qayyum, mahasiswa berusia 27 tahun, yang merindukan perubahan tapi waswas saat memilih Mahathir. Tidak mudah memang.

"Kami memberontak. Orang ini ialah orang yang kuat, bersenjata, menganut hukum yang kejam," kata Daniel mengacu pada sikap keras Mahathir terhadap perbedaan pendapat saat menjabat perdana manteri 1981-2003, tetapi saat ini berubah menjadi seorang reformis.

Perjuangan sesungguhnya ialah memastikan bahwa undang-undang baru yang dibentuk pemerintah saat ini membatasi kekuatan mereka.

Anis Syafiqah, 26, aktivis mahasiswa juga menginginkan pendidikan direvitalisasi dan kebebasan akademik diberi kepastian.

"Pemuda dan pelajar sebelumnya takut untuk berbicara. Kami ingin kembali ke kebebasan akademik. Mungkin butuh waktu lama," tuturnya.

Namun, mereka percaya pilihan mereka sekarang jauh lebih baik ketimbang rezim sebelumnya.

Sebagai pemenang pemilihan umum, Koalisi Pakatan Harapan kini menghadapi tantangan untuk menyampaikan harapan bagi era baru di saat sikap konservatif dan kepentingan pribadi yang masih kuat di negara mayoritas muslim itu.

Mahathir mengklaim dirinya telah berubah dan berencana untuk menyingkir dalam waktu dua tahun.

"Bagi pemerintah baru, apa pun sangat penting untuk mengelola ekspektasi. Anda harus dilihat memulai proses reformasi dan melakukan hal-hal seperti mengurangi beban biaya," kata analis politik, Wong Chin Huat dari Institut Penang.

Menurutnya, hal bisa dilakukan untuk membuat para pemilih muda senang karena mereka mengharapkan perubahan besar dalam dua tahun ke depan.

Banyak pemuda Malaysia yang bergembira setelah jatuhnya mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Kelompok tersebut menilai pemerintahan di bawah Barisan Nasional (BN) telah menjadi semakin korup dan represif serta memicu perpecahan rasial demi keuntungan politik.

Hal itu memicu kekhawatiran generasi muda. Mereka menumpahkan kekhawatiran tersebut di media-media sosial yang tersebar dengan cepat.

Lebih dari 6 juta dari 14,9 juta pemilih terdaftar di Malaysia berusia antara 21 tahun dan 39 tahun. Untuk beberapa pihak, tuntutan para pemuda jelas.

Konsultan Perjalanan, Tan Jin Jie, 24, mengatakan dia hampir tidak memilih jika bukan karena Mahathir. "Bagaimana praktisnya saja atau berapa lama lagi harus menunnggu untuk mengembalikan Malaysia ke jalan yang benar," tukasnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya