Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan Tiongkok sepakat untuk meninggalkan perang dagang dalam bentuk apa pun. Kedua negara juga setuju menarik kembali kebijakan pengenaan tarif atas barang-barang impor.
Kesepakatan itu diungkapkan media Tiongkok, kemarin. Menurut media 'Negeri Tirai Bambu' tersebut, pengumuman tentang akhir dari perang dagang itu datang setelah lewat perbincangan tingkat tinggi di ibu kota AS.
Seperti diketahui, selama beberapa bulan terakhir, kedua negara terlibat dalam ketegangan perang dagang. Presiden AS Donald Trump bahkan menganggap kebijakan ekonomi Tiongkok sebagai sebuah hubungan komersial yang tidak adil bagi AS.
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, yang memimpin para perunding Tiongkok di Washington menegaskan kedua negara sudah mencapai sebuah kesepakatan. "Kami tidak akan melakukan perang dagang dan akan berhenti menaikkan tarif," kata Liu seperti dilaporkan Xinhua, kantor berita yang dioperasikan pemerintah Tiongkok, kemarin.
Liu menyebut kesepakatan itu sebagai sebuah keperluan. "Kami harus menyadari bahwa mencairkan es di antara kami tidak dapat terjadi dalam sehari. Untuk menyelesaikan struktur masalah dari hubungan ekonomi dan perdagangan di antara kedua negara akan membutuhkan waktu," urainya.
Sebelumnya, sebuah pernyataan bersama telah dirilis di Washington yang berisi tentang janji Tiongkok untuk meningkatkan impor barang dari AS dalam jumlah signifikan. Namun, Tiongkok hanya memberikan sedikit rincian dalam pernyataan tersebut.
Defisit
Jika melihat neraca perdagangan AS dengan Tiongkok, pada tahun lalu, 'Negeri Paman Sam' itu mengalami defisit perdagangan yang signifikan, yaitu sebesar US$37.502 miliar.
Akibatnya, para politikus terkenal di AS menyalahkan Tiongkok karena secara sengaja melepaskan sejumlah pekerjaan bisnis AS di negeri itu selama beberapa dekade terakhir.
Meski begitu, dalam pernyataan bersama tersebut, juga tidak menyebutkan indikasi apa pun terkait dengan rencana Tiongkok mengaktifkan kembali sejumlah pekerjaan bisnis AS di negara itu.
Dalam pernyataan bersama tersebut hanya disebutkan kedua pihak telah setuju akan melakukan peningkatan dalam ekspor komoditas agrikultur dan energi.
Menurut Liu, kerja sama perdagangan yang baru nanti akan berkembang ke arah perawatan medis, produk-produk canggih, dan keuangan.
Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk menguatkan kooperasi dalam hal melindungi hak-hak intelektual. Seperti diketahui, Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif hingga US$150 miliar atas barang impor dari Tiongkok.
Sebaliknya, ancaman itu telah mendorong Tiongkok mengeluarkan peringatan terhadap AS bahwa mereka akan memberlakukan hal yang sama terhadap ekspor agrikultur, pesawat terbang, hingga wiski dari AS.
Gertakan Tiongkok ditanggapi Trump dengan sikap dingin. Sebagai balasan, dia melepeskan sederetan kritik pedas terhadap mantan anggota administrasi AS. Trump menuding mereka dengan sadar telah memperbolehkan Beijing mengambil keuntungan besar dari AS.
"Kami telah ditipu Tiongkok. Sebuah evakuasi kekayaan yang tak pernah dilihat negara lain diberikan ke negara lain yang membangun ulang dirinya berdasarkan uang melimpah yang mereka dapatkan dari AS," kata Trump. (AFP/*/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved