Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah membuat keputusan langka yakni membuka penyeberangan Rafah dengan Gaza selama satu bulan. Dengan demikian, penduduk Palestina bisa menyeberang ke negeri itu selama bulan suci Ramadhan.
Keputusan untuk membiarkan perbatasan tetap terbuka diambil untuk "memudahkan penderitaan" para penduduk di daerah Jalur Gaza, kata Sisi di Facebook miliknya pada Kamis (17/5) malam.
Penyeberangan Rafah merupakan satu-satunya gerbang warga Gaza ke dunia luar yang tidak dikontrol oleh Israel, namun Mesir telah menutupnya dalam beberapa tahun terakhir, dengan alasan ancaman keamanan.
Penyebrangan itu terakhir kali dibuka selama tiga pekan pada 2013, sementara biasanya penduduk Palestina dapat menyeberang untuk beberapa hari dalam satu tahun.
Pembukaan penyeberangan Rafah sebelumnya telah dipersingkat lantaran adanya kekerasan di Semenanjung Sinai atau alasan-alasan lain yang diberikan oleh pemerintah Mesir.
Pengumuman Sisi dikeluarkan setelah sekitar 60 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel ke benteng Gaza sepanjang pekan ini. Korban- korban jiwa tersebut dideskripsikan oleh Menteri Luar Negeri Mesir sebagai "syahid".
Total 114 warga Gaza terbunuh di konflik dan protes di perbatasan Gaza-Israel sejak 30 Maret lalu, menjelang pembukaan kontroversional Kedutaan Amerika Serikat di Jerusalem.
Mesir memiliki hubungan dengan pemimpin Israel dan Gaza, Hamas, memberi Kairo sebuah peran penting dalam meredakan ketegangan di antara kedua sisi wilayah bertikai dan meringankan tekanan terhadap dua juta penduduk di daerah tersebut.
Selama lebih dari satu dekade terakhir Israel telah memberlakukan sebuah barikade untuk melumpuhkan Gaza yang disebutnya diperlukan untuk mengucilkan Hamas. Gerakan perlawanan rakyat Palestina ini telah tiga kali berperang melawan Israel sejak 2008.
Terkait dengan situasi di Palestina, Dewan Menteri Luar Negeri Arab mempercayakan Liga Arab untuk menyusun rencana guna membalas AS atau negara lain yang mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel atau memindahkan kedutaan mereka ke kota tersebut. Keputusan itu dikeluarkan dalam pertemuan darurat Liga Arab di tingkat menteri luar negeri di Ibu Kota Mesir, Kairo, Kamis (17/5), .
Dalam pertemuan, dewan itu juga menuntut organisasi pan-Arab tersebut untuk membentuk komite ahli independen internasional guna menyelidiki pelanggaran dan kejahatan baru-baru ini yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved