Kim Bisa Bernasib Sama dengan Khadafi

(AFP/Yan/I-2)
19/5/2018 05:20
Kim Bisa Bernasib Sama dengan Khadafi
(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengancam Kim Jong-un akan memiliki nasib yang sama seperti Muammar Khadafi. Hal itu akan dilakukan jika pemimpin Korea Utara (Korut) tersebut tidak membuat kesepakatan dengan AS mengenai program senjata nuklir.

"Itu akan terjadi jika kami tidak membuat kesepakatan, kemungkinan besar. Namun, jika kami membuat kesepakatan, saya pikir Kim Jong-un akan sangat, sangat bahagia," kata Trump seperti dilansir di The Guardian, kemarin.

Pernyataan Trump ini dia sampaikan karena Pyongyang mengancam tidak akan hadir di Singapura pada 12 Juni dengan mengecam tuntutan AS untuk pengabaian nuklir secara sepihak.

Trump menduga Kim terpegaruh pemimpin Tiongkok Xi Jinping. "Sangat mungkin bahwa dia memengaruhi Kim Jong-un," kata Trump. "Kita lihat saja apa yang terjadi."

Selama beberapa dekade, Washington telah menyaksikan Korut --yang bertahan karena berdagang dengan Tiongkok--telah membuat serangkaian lompatan teknologi menuju pembuatan rudal yang mampu membawa senjata nuklir ke kota-kota di AS.

Yang ditakutkan itu sekarang dalam jangkauan Korut. Hal ini mendorong Trump memberikan tekanan maksimum kepada penguasa di Korut.

Trump mengungkapkan ancaman itu dalam menanggapi pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. Bolton mengatakan, Model Libia bisa menjadi contoh proses pelucutan senjata Korut dalam kesepakatan pada pertemuan antara Trump dan Kim dalam KTT AS-Korut.

Ketika ditanya apakah berarti Trump tidak setuju dengan penasihat keamanan nasionalnya, ia berkata, Bolton tak bermaksud demikian. Namun, Bolton berbicara mengenai AS yang berada dalam masalah jika membiarkan Korut dengan senjata nuklirnya.

"Saya pikir, ketika John Bolton membuat pernyataan itu, dia berbicara tentang apakah kita akan mengalami masalah karena kita tidak bisa membiarkan negara itu memiliki nuklir. Kami tidak bisa membiarkannya," kata Trump.

Trump berusaha menyelamatkan KTT dengan Kim Jong-un dengan menjamin pemimpin Korea Utara tetap berkuasa jika ia meninggalkan senjata nuklir.

Seorang pejabat senior Korea Utara mengatakan pada Rabu (16/5), Kim tidak akan mengambil bagian dalam pertemuan dengan Trump tersebut.

Namun, Trump berusaha membujuk Kim dengan mengatakan, jika pertemuan itu berlangsung sukses, Kim akan mendapatkan perlindungan yang sangat kuat.

"Dia akan berada di negaranya dan menjalankan negaranya. Negaranya akan sangat kaya," janji Trump.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya