Ratusan Barang Mewah Najib Disita

Irene Harty
19/5/2018 04:40
Ratusan Barang Mewah Najib Disita
( AFP PHOTO)

PIHAK Kepolisan Diraja Malaysia menyita 284 tas mewah termasuk merek Hermes dan Birkin dalam operasi di tiga apartemen mewah. Operasi yang dilakukan sejak kemarin itu merupakan bagian dari investigasi atas skandal megakorupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Selain tas tangan, polisi juga menemukan 72 tas bagasi berisi uang tunai dan perhiasan. Apartemen yang diketahui telah digeledah polisi itu berada di Bukit Bintang. Namun polisi tidak menyebut kepemilikan apartemen tersebut.

"Barang-barang itu dibawa keluar dari kondominium mewah sebelum fajar dan termasuk perhiasan, jam tangan, dan barang berharga lainnya", kata Kepala Unit Investigasi Kejahatan Komersial Polisi Malaysia, Amar Singh, kemarin.

ia mengatakan nilai barang sitaan belum dapat diperkirakan karena volumenya yang besar. Tas-tas mewah yang disita adalah tas bermerek Hermes dan Louis Vuitton. "Polisi melakukan penggerebekan di enam tempat termasuk kantor perdana menteri dan kediaman resmi perdana menteri di Putrajaya serta empat tempat tinggal pribadi terkait dengan mantan perdana menteri," kata Singh.

Dia menegaskan penyitaan itu terkait penyelidikan skandal multi-miliar yang melibatkan dana negara yang didirikan Najib, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Inspeksi dilakukan secara bersamaan. Mengenai inspeksi di kondominium mewah Jalan Raja Chulan, tidak ada halangan atau individu (mencegah) polisi untuk melakukan pekerjaan mereka di tempat tersebut. Untuk penyerbuan di tempat tinggal yang mewah, polisi telah memperoleh surat perintah penggeledahan yang diperlukan. Pencarian selesai dalam waktu dua setengah jam," jelas Singh.

Dokumen 1MDB
Dalam penggerebekan di lima lokasi lain, dia mengatakan dokumen yang diyakini terkait dengan 1MDB termasuk barang yang disita dan penggerebekan akan berlangsung sampai selesainya investigasi.

Laporan media juga mengklaim adanya emas batangan yang ditemukan, namun Singh menolak berkomentar. Kecukupan barang bukti untuk mengadili Najib menurut Singh akan diserahkan kepada Ins-pektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun.

"Saya hanya menerima perintah untuk melakukan penggerebekan berkaitan dengan kasus 1MDB," tambahnya.

Singh juga menjelaskan brankas besi yang ditemukan di kediaman Najib di Jalan Langgak Duta, Taman Duta, masih dalam proses dibor untuk dibuka.

"Kami telah menyelidiki kasus ini dengan profesionalisme... Saya juga telah menginstruksikan semua personel saya untuk melakukan penyelidikan yang terperinci dan menyeluruh," sahutnya.

PM Malaysia yang baru terpilih Mahathir Mohamad telah melarang Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, meninggalkan negara itu.

Setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat, sedang menyelidiki 1MDB dan bantahan Najib bahwa dirinya telah bersalah.

Pria 92 tahun itu bahkan telah meminta sejumlah negara yang ikut membuka investigasi kasus 1MDB seperti AS, Singapura, hingga Swiss untuk membantu penyelidikan terkait aliran dana lembaga itu.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana 1MDB merongrong Najib sejak harian Wall Street Journal edisi Agustus 2015 memuat artikel yang berisi dugaan bahwa dana lembaga yang berjumlah sekitar US$700 juta berpindah ke rekening pribadinya.

Skandal 1MDB itu juga diduga berperan dalam kekalahan koalisi Barisan Nasional dalam pemilu Malaysia. (AFP/ChannelNewsAsia/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya