Pencarian Bayi Rohingya dari Korban Pemerkosaan

(AFP/*/I-2)
18/5/2018 06:15
Pencarian Bayi Rohingya dari Korban Pemerkosaan
(AFP)

PEKERJA pembantu sedang menelusuri perkemahan pengungsi terbesar di dunia untuk mencari korban Rohingya yang hamil karena diperkosa.

Sukarelawan Rohingya sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan perempuan dalam perkemahan raksasa yang menyembunyikan kehamilan mereka.

Tosimara, pengungsi Rohingya, telah menghabiskan berbulan-bulan membujuk para perempuan tersebut untuk keluar dari bayangan, menjanjikan keleluasan.

"Kami memberi tahu mereka sebuah kata sandi yang dapat mereka gunakan saat mereka tiba di rumah sakit atau klinik kesehatan. Para penjaga kemudian akan mengirim mereka langsung ke tempat yang tepat," katanya. "Kebanyakan merasa malu."

Hampir 700 ribu orang Rohingya melarikan diri ke Cox's Bazar, Bangladesh, untuk menghindari aksi militer Myanmar.

Pemimpin komunitas Rohingya Abdur Rahim mengatakan, ia mengenal secara pribadi dua perempuan yang diperkosa tentara dan akan melahirkan.

Badan anak-anak PBB, Unicef, menyebut, 60 bayi dilahirkan per hari di kemah pengungsian Rohingya di Bangladesh.

Sejak krisis dimulai, lebih dari 16 ribu bayi telah lahir di kemah-kemah pengungsian. Namun, hanya sekitar 3.000 bayi yang dikirim ke fasilitas kesehatan.

"Sejumlah 60 bayi lahir dalam kondisi yang memprihatinkan. Jauh dari rumah, ibu korban kekerasan, trauma, dan, kadang-kadang pemerkosaan," kata Perwakilan Unicef di Bangladesh, Edouard Beigbeder.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya