Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Direktur Intelijen dan Investigasi Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC), Abdul Razak, Idris mengajukan laporan yang menuduh mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mencoba menghentikan penyelidikan kerugian pada 1MDB. Ia mengajukan dua laporan ke MACC kemarin pagi.
Satu tuduhan menyebutkan, Najib menggunakan posisinya untuk gratifikasi. Sementara itu, tuduhan lain terkait dengan kepemilikan properti Najib yang tidak dapat dijelaskan asal usulnya.
"Alasan saya mengajukan laporan hari ini adalah agar MACC dapat mengambil tindakan cepat," katanya kepada wartawan sebelum memasuki markas MACC.
Abdul Razak menambahkan, terkait dengan alasannya baru melaporkan Najib saat ini, ia mengatakan, jika ia membuat laporan serupa pada masa pemerintahan Najib, laporan itu tidak akan diproses.
"Beberapa juga khawatir tentang saya karena berani keluar untuk mengajukan laporan, tetapi tidak apa-apa. Aku sudah berusia 69 tahun. Kalau aku mati, aku mati untuk negara ini," kata Razak.
Dalam laporannya, mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, dituding menghalangi pemeriksaan skandal korupsi 1MDB.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuding sekitar US$4,5 miliar dikorupsi dan disalurkan ke AS. Dia menggunakannya untuk membeli segala sesuatu, mulai karya seni, realestat kelas atas, hingga kapal pesiar mewah.
Baik Najib maupun 1MDB menyangkal melakukan kesalahan tersebut dan dia dibebaskan dari penyelidikan domestik.
Ajukan gugatan
Wakil Komisaris Utama Badan Antikorupsi, Azam Baki, menegaskan Abdul Razak telah mengajukan pengaduan. Salinan pengaduan mengatakan Najib dicurigai atas dirinya sendiri atau dengan bantuan pegawai negeri. Selama pemerintahan Najib yang semakin otoriter, agensi antikorupsi telah menargetkan beberapa kritikusnya yang paling vokal.
Seperti diketahui, Departemen Kehakiman AS menyatakan, setidaknya US$4,5 miliar dicuri dari dana yayasan yang dikenal sebagai 1MDB, khususnya oleh orang-orang dekat Perdana Menteri Najib Rajab. Najib membuat yayasan tersebut tak lama setelah ia menjabat untuk mempromosikan proyek-proyek pembangunan ekonomi di negara Asia.
Departemen Kehakiman telah memulai penyelidikan atas penggelapan dana sebesar US$1,3 miliar, yang diambil dari dana yayasan untuk pembelian aset di AS. Termasuk properti mewah di New York dan California, pesawat jet seharga US$35 juta, karya seni Vincent Van Gogh dan Claude Monet, dan pembiayaan film The Wolf of Wall Street.
Angka tersebut berdasarkan gugatan yang diajukan pemerintah federal di Los Angeles pada Juli 2016.
Keluhan pemerintah itu juga menyebutkan dana lebih dari US$700 juta telah masuk ke rekening mantan pejabat nomor satu Malaysia itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved