Tanpa Dua Kaki, Xia Capai Puncak Everest

AFP/Irene Harty/I-1
15/5/2018 07:50
Tanpa Dua Kaki, Xia Capai Puncak Everest
(AFP/PRAKASH)

KEHILANGAN anggota tubuh karena suatu kejadian biasanya akan membuat seseorang trauma.

Namun, tidak bagi Xia Boyu, pendaki asal Tiongkok yang kehilangan kedua kakinya akibat serangan radang dingin di Everest empat dasawarsa silam. Dia akhirnya berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di dunia itu kemarin.

"Dia mencapai puncak pagi ini, bersama dengan tujuh anggota lain dari timnya," kata Dawa Futi Sherpa dari Imagine Trek and Expedition, yang mengorganisasi tawaran Everest Xia.

Dalam usianya yang ke-69, Xia menuntaskan usaha yang kelimanya untuk mencapai puncak gunung bertinggi 8.848 meter itu.

Kendati demikian, mimpi Xia untuk berdiri di puncak dunia hampir digagalkan pemerintah Nepal, yang tahun lalu melarang penderita amputasi ganda dan pendaki buta memanjat pegunungan tersebut.

Keputusan itu dibatalkan pengadilan tinggi Nepal, dengan alasan larangan itu diskriminasi terhadap penyandang cacat.

Xia pertama kali mencoba untuk menaklukkan Everest dengan tim yang didukung pemerintah Tiongkok pada 1975. Namun, usahanya gagal oleh cuaca buruk.

Dia terjebak di lingkungan dingin, dengan oksigen yang tipis di dekat puncak Everest dan menderita radang dingin yang parah sehingga kehilangan kedua kakinya.

Pada 1996 kakinya diamputasi tepat di bawah lutut setelah ia didiagnosis dengan limfoma, suatu bentuk kanker darah.

Pendaki ulet itu kembali ke Everest pada 2014 dan 2015, tapi musim pendakian Nepal dibatalkan dua tahun karena bencana.

Cuaca buruk memaksanya untuk kembali saat upayanya pada 2016 hampir berhasil. Ketika itu, dia hanya tinggal 200 meter untuk mencapai puncak.

"Mendaki Gunung Everest ialah impian saya. Saya harus menyadarinya. Ini juga merupakan tantangan pribadi, tantangan takdir," kata Xia sebelum mendaki.

Xia ialah salah satu dari ratusan pendaki pertama yang diperkirakan akan mencapai puncak Everest bulan ini selama cuaca baik.

Seorang pendaki lainnya yang juga berhasil menuju puncak Everest setelah amputasi ganda ialah Mark Inglis asal Selandia Baru pada 2006.

Nepal telah mengeluarkan 346 izin untuk musim pendakian musim semi tahun ini, yang berlangsung dari pertengahan April hingga akhir Mei.

Sebagian besar calon pendaki Everest dikawal pemandu Nepal. Itu berarti sekitar 700 pendaki akan berusaha mencapai puncak dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, sebanyak 180 pendaki lain sedang bersiap untuk puncak Everest dari sisi utara di Tibet, menurut Asosiasi Tibet Mountaineering. Tahun lalu, 634 orang berhasil mencapai puncak dan tujuh orang meninggal saat mencobanya.

Musim pendakian tahun ini juga mencatatkan nama Steve Plain sebagai pendaki tercepat mencapai puncak gunung tertinggi itu. Pendaki asal Australia itu menaklukkan Everest, kemarin, setelah mendaki selama 117 hari.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya