Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 56 orang jemaah umrah asal Provinsi Sulawesi Selatan terkatung-katung di Madinah, Arab Saudi.
"Jemaah umrah ini tidak bisa pulang ke Indonesia karena paspor mereka ditahan oleh pihak hotel di Makkah. Mereka juga diminta menambah uang Rp5 juta hingga Rp8 juta jika ingin pulang ke Tanah Air," kata suami dari salah seorang jemaah umrah tersebut, Erwin Bachmid, di Makassar, Sabtu (12/5).
Erwin menuturkan, istrinya, Rina Yunita, ikut dalam program promo umrah dari Travel Star Group di Kabupaten Sidrap, pada 2017 untuk
pemberangkatannya pada April 2018. Istrinya adalah bagian dari rombongan berjumlah 56 jemaah tersebut, yang sebagian besar masih kerabatnya.
Pada 2017, kata dia, pihaknya telah membayar Rp14 juta untuk program tersebut, tapi menjelang keberangkatan jemaah umrah itu diminta lagi untuk menambah biaya Rp7 juta setiap orang.
Jemaah umrah tersebut diberangkatkan dari Makassar menuju Jakarta pada Senin (23/4). Di Jakarta jemaah masih harus menunggu selama lima hari sebelum diberangkatkan ke Malaysia.
Sesampainya di Malaysia, lanjutnya, jamaah lagi harus menunggu selama lima hari, masing-masing tiga hari di penginapan, dan dua hari menginap di Bandara Kuala Lumpur, sebelum diberangkatkan ke Makkah, Arab Saudi.
"Bahkan jemaah masih di Malaysia juga diharuskan kembali menambah uang Rp3,5 juta setiap orang agar bisa diberangkatkan ke Mekah. Ini berarti masing-masing jemaah menyetor total Rp24,5 juta," tuturnya.
Menurut dia, jemaah tinggal selama lima hari di salah satu penginapan di Mekkah, namun paspor jamaah ditahan karena travel belum membayar penginapan dan katering.
Akhirnya jemaah diberangkatkan ke Madinah. Sabtu ini, menurut Erwin, adalah hari ketiga jemaah umrah tersebut di Madinah, dan hingga saat ini belum ada kejelasan, kapan mereka akan dipulangkan ke Indonesia.
"Selama di Mekah ini, jamaah diminta menambah uang lagi, ini tentu sulit dilakukan karena sebagian besar jamaah sudah kehabisan uang," tuturnya.
Sementara pihak travel Star Group sulit dihubungi, satu-satunya penghubung ke pihak Star Group kini juga berada di Mekah.
Berdasarkan surat rekomendasi pengurusan visa, Star Group justru menggunakan surat dengan kop PT Rayyan Menara Travel. Ketika dua nomor telepon yang tertera pada kop surat tersebut dihubungi, salah satunya tidak aktif, sementara nomor lainnya dijawab dengan nada salah sambung. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved