Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA menawarkan sejumlah solusi atas persoalan-persoalan yang sedang dihadapi dunia Islam dalam Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Kerja Sama Islam (KTM-OKI) ke-45 yang berlangsung di Dhaka, Bangladesh, Sabtu-Minggu (5-6/5).
"Agar sanggup menjawab persoalan global, OKI harus memperbaiki manajemen dan proses pengambilan keputusan organisasi," demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, ketika berbicara pada konferensi tersebut, kemarin.
Wamenlu juga menawarkan solusi atas sejumlah tantangan yang dihadapi dunia Islam. Dalam bidang politik dan keamanan, Indonesia mengusulkan Contact Group on Peace and Conflict Resolution sebagai wadah bersama untuk mengidentifikasi dan merumuskan cara menghadapi tantangan keamanan dan perdamaian.
Untuk aspek ekonomi dan sosial, Wamenlu menyampaikan prakarsa Indonesia dalam pembangunan Pusat Pengembangan Produk Vaksin dan Bioteknologi untuk Negara-Negara OKI. Upaya tersebut penting dalam rangka mewujudkan swasembada pengadaan vaksin yang murah untuk negara-negara OKI.
Indonesia juga mengajak negara-negara OKI untuk mengadakan kerja sama riset dan pengembangan melalui center of excellence yang akan berlokasi di Indonesia.
Dalam konteks kerja sama kebudayaan OKI, Indonesia berhasil mengajukan resolusi mengenai pertemuan High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyyat Islam yang diselenggarakan di Bogor, Indonesia, 1-3 Mei 2018.
Resolusi juga telah mencerminkan hasil pertemuan tersebut, yaitu Bogor Message, mengenai prinsip moderasi bagi pemajuan perdamaian, toleransi, dan kehidupan harmonis di dunia Islam dan antaragama sekaligus membangun masyarakat yang adil, makmur, damai, dan terbuka yang selaras dengan nilai-nilai islam. Pada kesempatan tersebut, OKI juga menyampaikan penghargaan atas terlaksananya Pertemuan Wasatiyyah Islam di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Wamenlu juga mengajak negara anggota OKI untuk bekerja sama dalam semangat persaudaraan Islam dalam mengatasi berbagai masalah kemanusiaan di Palestina, Myanmar, Yaman, dan Suriah.
Indonesia berpartisipasi dan menyampaikan pandangan konstruktif mengenai pengungsi Rohingya dalam sesi khusus. Dalam kesempatan itu, Indonesia menekankan pentingnya mengatasi krisis secara tuntas dan mendorong penyelesaian akar permasalahan melalui dua pendekatan, yaitu melalui keterlibatan konstruktif dengan pemerintah Myanmar dan membantu pembangunan ekonomi negeri itu, khususnya di Rakhine.
KTM OKI ke-45 dibuka Perdana Menteri Bangladesh dan dihadiri 56 negara anggota. KTM kali ini menghasilkan Deklarasi Dhaka dan beberapa keputusan penting terkait dengan Palestina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved