Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Universitas Ghana ini terbangun saat tengah malam karena polisi berteriak dan menggedor-gedor pintu rumahnya di Kota Guangzhou, Tiongkok Selatan.
Tindakan keras terhadap imigrasi ilegal telah membuat banyak penduduk di lingkungan Little Afrika merasa takut dan marah.
Hubungan komersial telah lama menjadi magnet bagi warga Afrika pencari keberuntungan, tapi para pedagang dan mahasiswa mengaku menghadapi aturan visa yang tidak menguntungkan.
"Mereka melakukan ini karena orang Afrika tinggal di sini," kata mahasiswa Ghana itu ketika berdiri di sebuah jembatan pejalan kaki di kota yang ramai itu.
Mobil-mobil polisi dengan lampu-lampu tiba-tiba berjejer di lapangan umum kecil di Xiaobei, lingkungan Little Afrika dengan restoran-restoran halal.
Seorang pedagang asal Nigeria kembali ke rumah dari pertemuan dengan pedagang grosir awal tahun saat petugas memborgolnya dan membawanya ke kantor polisi karena tak membawa tanda pengenal. Hanya setelah polisi mengizinkannya untuk mengambil paspor di apartemennya, dia dapat bebas.
Penduduk Afrika yang berusia lanjut melihat rekan mereka jatuh ke status 'ilegal' setelah berjuang dengan persyaratan perpanjangan visa yang memberatkan.
Nigeria harus mengajukan cek catatan kriminal untuk semua visa kerja dan pelajar, dan tidak ada negara Afrika yang memenuhi syarat untuk pembebasan visa transit 72 jam atau 144 jam.
Ubah undang-undang
Pada 2013, Tiongkok mengubah UU yang mengatur warga asing, UU Administrasi Masuk dan Keluar, dengan menambahkan hukuman yang lebih tinggi bagi pekerja ilegal.
Untuk pemilik usaha kecil, itu sangat sulit hingga banyak dari mereka yang mempertimbangkan kembali berbisnis di Tiongkok dan lebih memilih Turki dan Vietnam.
"Tidak ada kamar dagang dari 55 negara Afrika di Guangzhou untuk melacak apa yang benar-benar terjadi atau mengadvokasi bisnis di Afrika seperti yang dilakukan kamar dagang lainnya," kata Hannah Ryder, CEO Pembangunan Reimagined, konsultan pengembangan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved