Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LETUSAN gunung berapi Kilauea di Hawaii mengeluarkan lava kuning dan merah bergelembung serta asap putih dari mulut gunung api. Kondisi salah satu negara bagian di Amerika Serikat itu masih mencekam dengan gempa yang terjadi berkali-kali.
Ribuan warga telah diungsikan dari rumah-rumah mereka setelah lahar panas keluar.
Kilauea ialah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Dalam 35 tahun terakhir, Kilauea telah beberapa kali erupsi. Pihak berwenang pada Sabtu (5/5) waktu setempat memperingatkan sesuatu yang tidak terlihat dan agak membahayakan, yaitu konsentrasi tinggi gas sulfur dioksida.
"Gas ialah ancaman langsung bagi kehidupan bagi semua orang yang menghirupnya," kata Agensi Pertahanan Sipil Hawaii dalam sebuah pernyataan.
Gas sulfur dioksida, yang tidak berwarna dan berbau seperti korek api terbakar, dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan kulit yang serius serta batuk, sakit kepala, dan sesak napas.
Orang dengan penyakit kardiovaskular atau penyakit pernapasan, seperti asma, sangat rentan terhadap gas ini. Orang dewasa yang lebih tua, bayi, dan perempuan hamil juga sangat sensitif. "Tidak ada yang tahu efek kesehatan jangka panjang dari paparan belerang dioksida vulkanis," kata para pejabat.
"Saya tahu polisi, anggota pemadam, yang terpapar gas. Hampir semua dari mereka masuk ke rumah sakit karena sakit kepala," kata Talmadge Magno, Kepala Badan Pertahanan Sipil pada Jumat (4/5).
Mematikan
Gas-gas itu dilepaskan magma ketika tekanan bumi tidak lagi mampu menahan mereka. "Ini mirip dengan membuka sebotol sampanye atau sekaleng soda," kata Esteban Gazel, profesor di Cornell University.
Elena Cabatu, juru bicara Hilo Medical Center di Hilo, Hawaii, rumah sakit utama yang disiapkan untuk merawat pasien yang terkena dampak gunung api, mengatakan tidak ada peningkatan dalam kunjungan ruang gawat darurat.
Para pejabat mengatakan petugas pemadam kebakaran tidak dapat menangani kebakaran karena tingginya tingkat gas.
Letusan gunung berapi di ujung selatan Pulau Hawaii itu memaksa sekitar 66 warga pergi ke tempat penampungan pada Jumat malam dan memaksa penutupan Taman Nasional Gunung Api Hawaii.
Lava mulai keluar melalui celah baru di gunung berapi Kilauea pada Kamis malam. Letusan datang setelah gempa bumi kecil berhari-hari. Rentetan gempa kecil diakhiri dengan gempa yang lebih kuat berkekuatan 6,9 SR di sisi selatan gunung berapi pada Jumat pukul 12.33 waktu Hawaii.
Departemen Kepolisian Hawaii dan anggota Garda Nasional membantu untuk menutup jalan karena tingkat gas dianggap tidak aman.
"Hingga Jumat (4/5) malam, ada 58 tentara Garda Nasional yang bekerja dalam tiga sif dan sekitar 75 petugas polisi bekerja dalam sif 12 jam," kata para pejabat.
Warga khawatir meninggalkan rumah mereka karena adanya potensi penjarahan. Warga lain khawatir tentang jalan berlava dan hewan peliharaan yang ditinggalkan karena dievakuasi.
"Saya pindah ke sini dengan membawa barang. Pada titik tertentu saya membawa harta saya," kata seorang warga, Tiffany Edwards Hunt. (NYTimes/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved