Pemimpin Pemberontak Mozambik Meninggal

Irene Harty
04/5/2018 09:49
Pemimpin Pemberontak Mozambik Meninggal
Pemimpin pemberontak veteran Mozambik, Afonso Dhlakama(AFP/ Gianluigi GUERCIA)

PEMIMPIN pemberontak veteran Mozambik, Afonso Dhlakama, meninggal dalam usia 65 tahun, menurut sumber dari Partai Renamo Dhlakama pada Kamis (3/5).

Dhlakama yang terkenal dengan perannya dalam perang gerilya serta politik oposisi, dikatakan meninggal setelah serangan jantung yang belum dikonfirmasi.

Selama 39 tahun, Dhlakama memimpin Renamo, kelompok pemberontak yang berperang selama 16 tahun melawan partai Frelimo yang berkuasa hingga 1992 dan kemudian muncul sebagai partai oposisi yang masih mempertahankan pejuang bersenjata.

Dia bersembunyi sejak 2013 di pegunungan Gorongosa yang terpencil ketika konflik sporadis meletus lagi di negara itu.

Kendati demikian, Dhlakama baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan Mantan Presiden Mozambik, Filipe Nyusi dari Partai Frelimo dan memainkan peran kunci dalam proses perdamaian negara itu.

Pada Desember 2016, Dhlakama mengumumkan gencatan senjata dengan pemerintah, yang tampaknya bergerak menuju kemungkinan perjanjian perdamaian formal.

Nyusi dan Dhlakama bertemu pada Februari di Gorongosa untuk membahas perlucutan senjata dan reintegrasi.

Mereka telah menyetujui reformasi konstitusional yang akan mendesentralisasikan kekuasaan.

Reformasi, saat ini sedang diperdebatkan di parlemen, akan memungkinkan pemilih untuk secara langsung memilih gubernur provinsi, yang saat ini ditunjuk oleh presiden.

Renamo telah lama mencari desentralisasi kekuasaan yang lebih besar dan integrasi yang lebih baik dari para pendukungnya ke dalam kepolisian dan militer, yang tetap menjadi poin penting dalam diskusi.

Mozambik akan mengadakan pemilihan presiden, legislatif, dan provinsi pada Oktober 2019, dengan pengamat mengatakan Partai Renamo baru-baru ini meningkatkan dukungan publiknya.

Sementara itu, Partai Frelimo telah memerintah negara sejak kemerdekaan dari Portugal pada 1975. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya