Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TWITTER mendesak lebih dari 300 juta pengguna untuk mengubah kata sandi mereka pada Kamis (3/5) dengan alasan terdapat kebocoran dalam piranti lunak mereka tanpa sengaja.
Situs media sosial itu mengaku tidak menemukan tanda bahwa peretas mengakses data yang terbuka, tapi menyarankan pengguna untuk mengubah kata sandi mereka demi keamanan.
"Secara terbuka kami mengakui kesalahan kami dengan cepat, belajar, dan melanjutkan," ungkap Pendiri dan CEO Twitter, Jack Dorsey lewat akunnya.
Twitter menggunakan penyimpanan kata sandi yang dienkripsi sehingga kata sandi disamarkan bahkan kepada internal di dalam perusahaan, menurut petugas teknologi utama Twitter Parag Agrawal.
"Karena bug (gangguan), kata sandi ditulis ke log internal sebelum menyelesaikan proses enskripsi. Kami menemukan kesalahan ini sendiri, menghapus kata sandi, dan menerapkan rencana untuk mencegah bug ini terjadi lagi," jelasnya.
Perusahaan internet yang berbasis di San Francisco tidak menyebutkan jumlah kata sandi yang terekspos atau sejauh mana kesalahan membuat data rentan terhadap pengintaian.
"Karena sangat berhati-hati, kami meminta Anda mempertimbangkan untuk mengubah kata sandi di semua layanan di mana Anda menggunakan kata sandi itu. Kami sangat menyesal ini terjadi," lanjutnya.
Situasi menjadi sulit sejak media sosial menghadapi pengawasan ketat atas perlindungan data pribadi secara daring setelah skandal Analytica Cambridge yang membuka informasi dari puluhan juta pengguna Facebook dibajak dan disalahgunakan.
Saham Twitter surut sekitar 1% menjadi US$30,36 dalam perdagangan after-market setelah anjuran mereka kepada pengguna untuk mengubah kata sandi.
Analis industri teknologi independen Rob Enderle juga menyarankan lebih baik mencegah terbukanya informasi pribadi di Twitter dengan mengubah kata sandi.
"Jika ragu, lebih baik mengubah kata sandi untuk keamanan. Selalu lebih baik hati-hati," ungkapnya.
Analis juga mengatakan pengguna tidak akan meninggalkan Twitter hanya karena diminta untuk mengubah kata sandi. (AFP/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved