Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN mengenakan setelan biru dan kemeja putih mencolok, Simon Slama, 54, berdiri bersama dengan sesama kandidat menjelang pemilihan kota Tunisia.
Dia merupakan satu-satunya kandidat Yahudi, yang berdiri untuk partai Islamis Ennahdha.
Kehadirannya menjadi tanda liberalisasi. Bahkan bila kehadiran Slama memudar dalam Pemilu pada 6 Mei 2018, setidaknya pencalonannya telah menjadi berita utama.
Pemilihan itu akan menjadi pemilihan kota pertama sejak mantan diktator Zine El Abidine Ben Ali jatuh dari kekuasaan pada 2011.
Slama terlihat tenang dan gembira sambil bertepuk tangan saat kampanye di kota pantai Monastir. Keluarga montir mesin jahit itu menentang terobosan politiknya.
"Semua keluarga saya menentang pilihan saya. Saudaraku marah dan istri saya pergi berhari-hari tanpa berbicara dengan saya. Namun, aku berhasil meyakinkan mereka," katanya.
Komunitas di negara Afrika Utara telah menyusut dari beberapa ratus ribu sebelum kemerdekaan pada 1956 menjadi hanya 1.200 orang.
Orang-orang Yahudi di negara itu, yang mayoritas muslim, pernah menjabat sebagai anggota parlemen dan bahkan menteri.
Slama percaya pencalonannya membantu untuk mengubah semua itu dan menghilangkan ketakutan bagi warga negara Yahudi Tunisia.
Partai Ennahdha menyatakan Slama ialah orang yang tepat untuk berdiri di kantor di Monastir.
"Dia berasal dari keluarga kuno. Dia memiliki akar di Monastir. Dia tahu masalah kota," kata Chokri Ben Janet, Kepala Para Kandidat.
Slama mengatakan Ennahdha telah keluar dari keyakinan politiknya, menggambarkannya sebagai yang paling aktif dan paling serius di panggung politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved