Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) berjanji akan menutup tempat uji coba atom mereka bulan depan dan mengundang para ahli senjata Amerika Serikat (AS) ke negara itu.
Hal itu diungkapkan otoritas Korea Selatan (Korsel), Minggu (29/4). Menurut otoritas Korsel, janji itu diungkapkan pemimpin Korut, Kim Jong-un, saat bertemu Presiden Korsel, Moon Jae-in, ketika membahas denuklirisasi di Semenanjung Korea.
"Kim mengatakan, selama pertemuan puncak dengan Presiden Moon, dia akan melakukan penutupan tempat uji coba nuklir pada Mei dan akan mengundang para ahli dari Korsel dan AS serta wartawan untuk mengungkapkan proses itu kepada masyarakat internasional secara transparan," kata Juru Bicara Kepresidenan Korsel, Yoon Young-chan.
Dari Yoon, Kim mengatakan selama ini AS merasa jijik terhadap Korut. Namun, lanjut Kim, mereka tidak akan menembakkan senjata nuklir ke Korsel atau menargetkan AS.
"Jika kita sering bertemu (dengan AS), membangun kepercayaan, mengakhiri perang dan akhirnya dijanjikan tidak ada invasi, mengapa kita harus hidup dengan senjata nuklir?" lanjutnya.
Pernyataan itu menjadi pemanis menjelang pertemuan puncak Trump dengan Kim, yang menurut pemimpin AS akan berlangsung dalam tiga atau empat minggu ke depan.
Selain masalah denuklirisasi, Kim juga mengatakan siap berdialog dengan Jepang kapan saja. "Presiden Moon mengatakan kepada Kim bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berniat berbicara dengan Korut dan menormalkan hubungan diplomatik," kata Juru Bicara Presiden Korsel, Kim Eui-kyeom.
Saat merespons hal itu, Kim mengatakan Korut bersedia berbicara dengan Jepang kapan saja. Di lain hal, Abe menuturkan Tokyo akan berusaha menciptakan kesempatan untuk bisa berbicara dengan Korut melalui bantuan Moon. Hal tersebut pun disambut baik oleh Presiden Korsel itu.
Jepang sebelumnya khawatir ditinggalkan dalam upaya rekonsiliasi dengan Korut. Abe telah berupaya menginformasikan kepada Korsel tentang niatnya melakukan pembicaraan dengan Korut seperti dalam pesan di KTT Korea, Jumat (27/4).
Abe secara hati-hati menyambut KTT antar-Korea dan mendesak Pyongyang untuk mengambil tindakan nyata. Seperti diketahui, Jepang telah lama mempertahankan sikap garis keras dalam perundingan dengan Pyongyang. Negara itu juga merasa ditinggalkan di sela-sela aktivitas diplomatik baru-baru ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved