Setelah KTT, Korsel Siapkan Pertemuan Trump dan Kim

Irene Harty
28/4/2018 17:33
Setelah KTT, Korsel Siapkan Pertemuan Trump dan Kim
(AFP )

PADA KTT Korea pertama setelah lebih dari satu dekade pada Jumat (27/4), para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan saling berpegangan tangan, menanam pohon, dan menandatangani perjanjian untuk mengejar perdamaian di semenanjung.

Itu adalah puncak simbolisme setelah lebih dari tiga bulan upaya kedua Korea untuk mengubah nada politik setelah tes rudal tahun lalu dan ancaman militer.

Namun jangka panjang perdamaian masih menjadi pertanyaan. Analis mengatakan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un harus mengurangi ketegangan mengubahnya menjadi gerakan konkret meskipun butuh waktu.

KTT juga dipandang sebagai jalan untuk mengatur panggung selanjutnya yakni KTT antara Kim dengan Presiden AS (Amerika Serikat) Donald Trump. "KTT ini hanya persiapan untuk KTT Korea Utara-AS yang akan terjadi dalam waktu dekat. Itu adalah permainan utama," kata Kim Seung Hwan, Senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Minggu-minggu mendatang akan menjadi waktu yang sibuk bagi para pejabat Korea Selatan.

Moon diperkirakan dapat bertemu dengan Trump sebelum pertemuannya dengan Kim dan Moon juga diharapkan bertemu dengan rekan-rekan Jepang dan Tiongkok pada pertemuan puncak trilateral pada awal Mei.

"Pejabat Korea Selatan akan terus berkoordinasi erat dengan AS dan Moon akan memberikan rincian pertemuannya dengan Kim," kata Moon Chung In, Penasihat Khusus Moon untuk urusan luar negeri dan keamanan nasional.

"Moon akan mengumpulkan informasi untuk Trump ketika mengunjungi Washington pada pertengahan Mei. Pemerintah kami telah membuat peta jalan yang komprehensif dan kami telah berbagi peta jalan itu dengan AS," lanjutnya.

Sementara itu, beberapa pengamat mengkritik deklarasi bersama Jumat (27/4) karena kurang spesifik sedangkan negara-negara luar seperti AS dan Tiongkok dinilai perlu terlibat dalam keputusan denuklirisasi atau kesepakatan damai.

"Ada optik dan simbol penting yang dapat dibangun di atas dan kedua pemimpin melakukan beberapa hal yang diperlukan. Mereka meninggalkan isu nuklir yang tidak jelas, yang merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Moon telah meningkatkannya; mari kita lihat apakah Trump dapat membawanya melintasi batas," kata Andray Abrahamian, Peneliti di Forum Pasifik CSIS. (Straitstimes.com/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya