Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI yang membingungkan sempat menyelimuti negara kerajaan Arab Saudi. Pasalnya, suara tembakan keras terdengar membahana di negeri saat menjatuhkan sebuah pesawat nirawak.
Media setempat dengan cepat meredam desas-desus tentang percobaan kudeta yang sempat tersiar dan meluas. Mereka melaporkan bahwa tembakan tersebut berasal suara tembakan untuk menjatuhkan pesawat mainan atau pesawat tak berawak yang mendekati istana.
The Wall Street Journal mengutip sumber yang mengatakan tidak jelas apakah pesawat tak berawak itu mewakili sebuah ancaman atau tidak. Saudi Press Agency lewat sebuah pernyataan mengungkapkan pesawat kecil tanpa awak yang dikendalikan dengan pengendali jarak jauh, mendekati istana tanpa wewenang.
Karena itu, personel keamanan terpaksa berurusan dengan pesawat tersebut sesuai instruksi. Agensi tersebut menambahkan, penyelidikan terhadap pesawat tak berawak sedang berlangsung. Menurut laporan pejabat senior Arab Saudi, Raja Salman tidak berada di dalam istana ketika insiden itu terjadi. “Raja sedang berada di ladangnya di Diriyah,” kata pejabat itu menyebut daerah lain di Riyadh.
Sebelumnya, terdapat beberapa laporan dan video yang belum dikonfirmasi diunggah ke media sosial dengan maksud untuk menunjukkan tembakan senjata berat di dekat kediaman raja di Riyadh. Pihak berwenang memastikan proses investigasi atas insiden yang terjadi sekitar pukul 19.50 waktu setempat sedang berlangsung.
Selain itu, pihak berwenang juga mengatakan tidak ada informasi tentang korban yang cedera atau keusakan apa pun selain pesawat tanpa awak yang ditembak jatuh. Sebagai informasi, upaya penyerangan ke istana raja telah beberapa kali terjadi. Seperti pada Oktober 2017, seorang pria bersenjata melaju ke gerbang istana raja di kota Laut Merah Jeddah dan melepaskan tembakan.
Dalam peristiwa itu, dua penjaga keamanan tewas dan tiga lainnya terluka. Pelaku kemudian ditembak mati. Penyerang diidentifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai Mansour al-Amri, warga negara Arab Saudi berusia 28 tahun.
Dia mempersenjatai diri dengan senapan Kalashnikov dan tiga bom Molotov. (Al-Jazeera/Arv/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved