Akibat Polusi, 1,6 Juta Warga Tiongkok Tewas per Tahun

Reuter/I-2
18/4/2018 07:20
Akibat Polusi, 1,6 Juta Warga Tiongkok Tewas per Tahun
(AFP/FRED DUFOUR)

MASALAH polusi udara masih membekap Tiongkok. Menurut Health Effects Institute (HEI), 'Negeri Tirai Bambu' menghadapi sekitar 1,6 juta kematian dini per tahun akibat polusi udara.

HEI, sebuah lembaga penelitian kesehatan yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan pemerintah Tiongkok telah mereduksi konsentrasi partikel berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5 sebesar 6,5% di 338 kota tahun lalu.

Kawasan utara yang rawan asap juga telah memenuhi target kualitas udara pada 2013-2017. Hal tersebut bisa dilakukan setelah pemerintah Tiongkok memangkas hasil industri, konsumsi batu bara, dan lalu lintas.

Kendati demikian, studi HEI menunjukkan kematian akibat polusi udara di Tiongkok masih dapat meningkat. Hal itu disebabkan secara keseluruhan kualitas udara di negara tersebut masih di bawah standar.

"Orang-orang hidup lebih lama dan orang yang lebih tua rentan terhadap penyakit yang terkait erat dengan polusi udara, penyebab utama kematian di Tiongkok, seperti strok, serangan jantung, dan kanker paru-paru," ungkap Presiden HEI Dan Greenbaum pada Selasa (17/4).

"Kami telah melakukan beberapa proyeksi di Tiongkok hingga 2030, dan bahkan dengan peningkatan kualitas udara, Anda melihat jumlah kematian meningkat seiring dengan bertambahnya usia penduduk," kata Greenbaum.

Ia mengatakan salah satu tantangan yang mesti dihadapi pemerintah Tiongkok ialah menertibkan pabrik-pabrik kecil yang memproduksi partikel PM2.5.

Studi HEI pun menyarankan otoritas berwenang Tiongkok fokus pada perdesaan karena polusi dalam ruangan yang disebabkan pembakaran bahan bakar langsung menyumbang lebih dari sepertiga total kematian tahunan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya