Kejahatan Brutal yang Membuat Kashmir Gelisah

(BBC/Arv/M-2)
13/4/2018 08:30
Kejahatan Brutal yang Membuat Kashmir Gelisah
(AFP PHOTO)

 PADA pagi hari, 17 Januari, Muhammad Yusuf Pujwala sedang duduk di luar rumahnya ketika salah seorang tetangganya berlari ke arahnya. Dia berhenti di depan Pujwala dan menyampaikan berita, mereka telah menemukan putrinya yang berusia 8 tahun, Asifa Bano. Tubuhnya terbaring di semak-semak di hutan, beberapa ratus meter jauhnya.

"Saya tahu sesuatu yang mengerikan telah terjadi pada gadis saya," ujar Pujwala, seorang berusia 52 tahun dengan mata cekung yang dalam, mengatakan kepada BBC dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Istrinya, Naseema Bibi, duduk di sampingnya, menangis samar sambil berulang kali menggumamkan "Asifa".

Kejadian itu telah mengejutkan masyarakat, mengekspose garis cacat antara Jammu yang mayoritas beragama Hindu dan lembah Kashmir yang berpenduduk mayoritas muslim dalam keadaan terbagi tajam.

Polisi menangkap delapan pria, termasuk seorang pensiunan pejabat pemerintah, empat petugas polisi, dan seorang remaja sehubungan dengan kematian Asifa. Namun, penangkapan itu memicu protes di Jammu.

Bagaimana Asifa menghilang? Ketika dia hilang, 10 Januari, keluarganya tinggal di sebuah desa sekitar 72 km (45 mil) timur Kota Jammu. Pada sore itu, Asifa pergi ke hutan untuk membawa pulang kuda-kuda. Kuda-kuda itu kembali, tetapi tidak dengan Asifa.

Dua hari kemudian, pada 12 Januari, keluarga mengajukan keluhan polisi. Salah satu petugas polisi malah menuduh, Asifa pasti kawin lari dengan seorang bocah laki-laki.

Ketika berita Asifa menyebar, Gujjar, komunitas gembala tempat Pujwala bergabung, membuat protes dan memblokade jalan raya, memaksa polisi melakukan pencarian. Salah satunya, Deepak Khajuria, ditangkap sendiri sehubungan dengan kejahatan itu. Lima hari kemudian, mayat Asifa ditemukan.

"Dia telah disiksa. Kakinya patah," kenang Naseema, yang bergegas ke hutan bersama suaminya untuk melihat mayat anaknya.

Pada 23 Januari, enam hari setelah mayat Asifa ditemukan, menteri utama Jammu dan Kashmir, Mehbooba Mufti, memerintahkan penyelidikan.

Menurut para peneliti, Asifa dikurung di kuil selama beberapa hari dan diberi obat penenang yang membuatnya tidak sadarkan diri, dan ada indikasi diperkosa selama berhari-hari, disiksa dan akhirnya dibunuh. Dia dicekik sampai mati dan kemudian dipukul di kepala dua kali dengan batu.

Sanji Ram, pensiunan pejabat pemerintah yang berusia 60 tahun, diduga merencanakan kejahatan dengan bantuan petugas polisi Surender Verma, Anand Dutta, Tilak Raj, dan Khajuria.

Putra Ram, Vishal, keponakannya, seorang remaja, dan temannya, Parvesh Kumar, dituduh terlibat pemerkosaan dan pembunuhan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya