AS Tolak Penulis Australia Masuk

(AFP/Arv/I-1)
13/4/2018 08:00
AS Tolak Penulis Australia Masuk
(AFP)

PENULIS terkenal Australia dan aktivis muslim ditolak masuk ke Amerika Serikat kemarin dan langsung dipulangkan.

Yassmin Abdel-Magied, advokat untuk pemuda, perempuan dan orang-orang dari latar belakang budaya dan bahasa yang berlainan, mengatakan dia dihentikan di imigrasi AS dan diperintahkan keluar dari negara itu.

Abdel-Magied merupakan penerima penghargaan Young Australian of the Year. Insinyur mesin itu lahir di Sudan, tetapi bermigrasi ke Australia pada 1992. Dia pindah ke London, Inggris, tahun lalu.

Melalui Twitter miliknya, ia mengatakan, kira-kira 3 jam sejak mendarat di Minneapolis, dirinya diminta masuk kembali ke pesawat. "Ya, sepertinya pengetatan bisnis hukum imigrasi bekerja, padahal paspor saya dari Australia. Kami pulang sekarang," ujarnya.

Adbel-Magied, 27, mengatakan pihak berwenang menyita telepon dan paspornya sebelum menempatkannya di pesawat.

"Mereka yang mengatakan dunia tanpa batas ialah mereka yang memiliki paspor warna yang tepat, atau tempat kelahiran yang bagus," tuturnya.

Pernyataan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, yang dikutip media Australia, mengatakan dia tidak memiliki visa yang tepat.

Abdel-Magied akan tampil di New York untuk membahas seruan kebencian daring terhadap muslim dan kesulitan menjadi seorang perempuan muslim muda di negara-negara Barat. Hal itu akan disampaikannya di sebuah forum yang diselenggarakan PEN International, organisasi kebebasan berekspresi.

Kepala PEN America Suzanne Nossel mengatakan dia kecewa dengan keputusan itu. Dia mengatakan jenis visa yang sama yang digunakan sebelumnya untuk perjalanan serupa tidak bermasalah.

Dia mengatakan tujuan dari Festival Dunia PENS, yang didirikan setelah serangan 9/11, ialah mempertahankan hubungan antara AS dan dunia yang lebih luas.

Hubungan itu, katanya, sedang terancam oleh upaya larangan visa dan pembatasan imigrasi ketat. Kebijakan itu juga, kata dia, mengancam saluran penting dialog yang dilindungi di bawah Amendemen Pertama untuk menerima dan menanamkan informasi melalui pertukaran budaya dan orang.

"Kami menyerukan Bea Cukai dan Perbatasan untuk menerima dia ke AS sehingga dia dapat mengambil tempat yang tepat dalam percakapan internasional yang akan berlangsung di festival pekan depan," serunya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya