RI masih Kalah dari Malaysia dalam Wisata Halal

Pro/X-11
12/4/2018 08:05
RI masih Kalah dari Malaysia dalam Wisata Halal
(GMTI 2018/L-1/Grafis: SENO)

PEMERINTAH terus berupaya agar Indonesia dapat menjadi negara nomor satu untuk tujuan wisata halal. Saat ini, berdasar Global Muslim Travel Indeks (GMTI) Mastercard-Crescentrating 2018, wisata halal Indonesia masih berada di bawah Malaysia.

Dari 130 negara yang disurvei dan dinilai dalam berbagai kriteria, Indonesia berada di posisi kedua bersama Uni Emirat Arab dengan nilai seimbang. Malaysia bertahan di posisi pertama sejak tiga tahun terakhir.

Dalam penilaian GMTI 2018, poin positif Indonesia ada dalam pilihan destinasi dan keberadaan sarana dan fasilitas beribadah. Sementara itu, kelemahan Indonesia ada pada sisi kebersihan dan kondisi lingkungan, ketersediaan akses, dan kesadaran akan perubahan iklim yang diimplementasikan di sektor wisata masih rendah

"Tahun 2019 kita targetkan untuk bisa di posisi pertama," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, kemarin.

Arief mengatakan upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut termasuk pengembangan destinasi, sumber daya manusia hingga mempermudah masuknya wisatawan mancanegara dari negara-negara muslim lewat kebijakan bebas visa.

"Kerja sama dengan tujuan wisata halal seperti Lombok, Sumatra Barat, dan Aceh terus dilakukan. Penambahan-penambahan direct flight juga demikian," ujar Arief.

Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan muslim mencapai 5 juta orang pada 2019, atau 25% dari sasaran total wisman.

CEO Crescent Rating & Halal Trip Mastercard, Fazal Bahardeen, mengatakan saat ini banyak negara berlomba-lomba menjaring wisman muslim. Penyebabnya ialah besarnya potensi wisata halal.

Pada 2017, jumlah total kedatangan wisman muslim global diperkirakan mencapai 131 juta orang. "Pada 2020, jumlahnya diproyeksikan meningkat menjadi 158 juta. Perputaran uang diperkirakan akan mencapai US$220 miliar pada 2020," ungkapnya.(Pro/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya