Aktivis Ungkap Kekejian Ekspor Ternak

AFP/Arv/I-3
10/4/2018 07:00
Aktivis Ungkap Kekejian Ekspor Ternak
(AFP/ANIMALS AUSTRALIA)

KAPAL berbendera Panama, Awassi Express, yang memuat sekitar 50 ribu ekor domba untuk ekspor ke Timur Tengah dihadang untuk mening-galkan pelabuhan asal di Australia. Hal itu terjadi setelah rekaman yang memuat kondisi tragis ternak-ternak tersebut muncul ke publik.

Dalam tayangan video, domba-domba itu terlihat menderita dan berjuang untuk bisa bernapas dalam kandang yang kotor. Rekaman juga menayangkan sejumlah besar domba yang dimasukkan dalam kandang kecil, tertutup dan penuh kotoran.

Banyak domba yang terlihat mati. Menurut pihak berwenang, rekaman tersebut diambil tahun lalu dari lima pelayaran ke tiga negara di Timur Tengah, yaitu Qatar, Kuwait, dan Oman.

Kelompok aktivis Hewan Australia berhasil mendapatkan rekaman kondisi tragis ternak ekspor ke Timur Tengah.

Akibatnya, ekspor hewan hidup ke Australia senilai US$ 615 juta per tahun diperiksa secara ketat. "Mereka baru saja mati di depan kami," kata Faisal Ullah, jebolan Akademi Kelautan Pakistan yang merekam video tersebut.

Menurutnya, satu per satu ternak-ternak itu mati karena disekap. "Itu sama saja dengan memasukkan hewan hidup ke dalam oven," cetusnya.

Sementara itu, Saluran Sembilan mengatakan domba-domba tersebut ditumpuk dan dipaksa berdiri selama tiga minggu.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya