Intelijen Bekuk 80 Pengikut Gulen

AFP/Arv/I-3
06/4/2018 06:50
Intelijen Bekuk 80 Pengikut Gulen
(AFP/ADEM ALTAN)

BADAN intelijen Turki mengklaim telah membawa pulang 80 orang yang dicurigai sebagai pengikut gerakan Gulen. Seperti diketahui, kelompok itu dipersalahkan atas kudeta gagal pada 2016 silam.

"Intelijen negara sejauh ini telah menarik 80 anggota FETO (Organisasi Teror Fethullah) dari 18 negara dan membawa mereka kembali ke Turki," kata Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag yang juga sebagai juru bicara pemerintah seperti dikutip kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah.

Jumlah pengikut Gulen yang dibekuk tersebut jauh lebih besar dari perkiraan. Sebelumnya, Organisasi Intelijen Nasional (MIT) diduga membawa para tersangka, namun tanpa disertai informasi yang dipublikasikan ke masyarakat.

Pascakudeta, pemerintah Turki telah berikrar untuk menghapus pengaruh gerakan pengkhotbah Islam yang berbasis di AS, Fethullah Gulen. Penghapusan pamor Gullen tidak hanya di Turki, tetapi juga di negara-negara lain tempat kelompok itu membangun pengaruh besar terutama lewat pendidikan.

Turki menyebut kelompok Gulen sebagai Organisasi Teror Fethullah dan menuduhnya berada di balik kudeta pada 15 Juli 2016. Sebaliknya, Gulen membantah tuduhan tersebut. Dia bersikeras menjalankan gerakan damai yang dikenal sebagai Hizmet.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya